Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 04:05 WIB
Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Ancaman pengangguran Gen Z

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Ancaman pengangguran Gen Z kini menjadi sorotan tajam seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia. CEO ServiceNow, Bill McDermott, memberikan peringatan keras mengenai fenomena ini dalam sebuah wawancara terbaru. Ia memproyeksikan bahwa gelombang disrupsi digital ini akan mengubah peta persaingan di pasar tenaga kerja secara drastis dalam beberapa tahun ke depan.

McDermott mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib lulusan baru yang harus berhadapan langsung dengan otomasi. Saat ini, tingkat pengangguran di kalangan anak muda sudah menyentuh angka 9 persen. Namun, angka tersebut diprediksi akan melonjak berkali-kali lipat dalam waktu singkat akibat integrasi teknologi yang semakin masif di berbagai sektor industri.

Mengapa Ancaman Pengangguran Gen Z Semakin Mengkhawatirkan?

Kenaikan angka ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman pengangguran Gen Z bukan sekadar isapan jempol. McDermott memprediksi tingkat pengangguran anak muda bisa meroket hingga 30 persen hanya dalam beberapa tahun ke depan. Artinya, setidaknya 3 dari 10 orang anak muda berpotensi kehilangan kesempatan kerja atau tidak terserap oleh pasar kerja formal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Penyebab utamanya adalah pergeseran peran manusia ke "agen AI". Teknologi ini tidak lagi sekadar membantu pekerjaan manusia, tetapi sudah mampu melakukan tugas secara mandiri dan otonom. Perusahaan-perusahaan kini lebih memilih efisiensi, yang sayangnya memperbesar ancaman pengangguran Gen Z terutama di sektor-sektor administratif dan teknis tingkat dasar.

Meskipun dampak sosialnya sangat besar bagi pekerja dan keluarga, perkembangan AI tampaknya tidak akan tertahan. McDermott sendiri tidak menunjukkan sinyal untuk memperlambat laju inovasi ini. Sebaliknya, ia justru sangat antusias melihat bagaimana AI akan mendominasi ekosistem digital global di masa mendatang.

Dominasi Agen Digital dan Perubahan Paradigma Kerja

McDermott memproyeksikan akan ada miliaran pengguna AI dalam beberapa tahun ke depan. Skala sebesar ini menurutnya mustahil bisa terlayani jika hanya mengandalkan tenaga kerja manusia. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk terus memacu teknologi agen digital demi mengejar produktivitas tanpa batas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kondisi ini menciptakan jurang yang lebar antara kebutuhan industri dan ketersediaan lapangan kerja tradisional. Tanpa adaptasi kurikulum pendidikan dan pelatihan ulang (reskilling), ancaman pengangguran Gen Z akan sulit diredam. Generasi muda dituntut untuk memiliki keahlian yang tidak bisa digantikan oleh algoritma, seperti kreativitas tingkat tinggi, empati, dan manajemen strategis.

Industri saat ini lebih mencari tenaga kerja yang mampu berkolaborasi dengan AI, bukan mereka yang hanya melakukan tugas repetitif. Jika pola pikir ini tidak segera diadopsi oleh para pencari kerja muda, maka prediksi McDermott tentang angka pengangguran 30 persen bisa menjadi kenyataan pahit yang tak terhindarkan.

Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengambil langkah strategis untuk meminimalisir ancaman pengangguran Gen Z di masa depan. Diperlukan kebijakan yang mendukung perlindungan tenaga kerja sekaligus mendorong inovasi yang inklusif bagi semua kalangan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved