Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 06 Februari 2026 - 12:09 WIB
Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

adopsi AI pusat operasi keamanan

Sumber Foto :DC Studio
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Adopsi AI pusat operasi keamanan telah menjadi agenda strategis yang tak terhindarkan bagi korporasi di Tanah Air. Sebuah studi terbaru dari Kaspersky menunjukkan fakta mengejutkan: 100% perusahaan di Indonesia berencana untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem pertahanan siber mereka.

Temuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara paling agresif dalam memanfaatkan inovasi AI untuk memperkuat benteng pertahanan digital. Secara umum di kawasan Asia Pasifik (APAC), hampir seluruh responden survei menyatakan niat serupa, di mana 67% menyatakan kemungkinan besar akan mengadopsi AI dan 32% lainnya memastikan kepastian penerapan dalam waktu dekat.

Pergeseran masif ini dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kinerja Pusat Operasi Keamanan atau Security Operation Centre (SOC). AI dianggap sebagai katalisator yang mampu mengubah SOC dari unit yang reaktif menjadi proaktif, terutama dalam menghadapi volume serangan siber yang kian kompleks dan masif.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Menjadi Agenda Wajib?

Keputusan perusahaan untuk segera melakukan adopsi AI pusat operasi keamanan didorong oleh sejumlah motivasi utama yang berpusat pada efisiensi dan efektivitas. Dalam lanskap ancaman siber yang bergerak cepat, mengandalkan metode manual sudah tidak lagi memadai.

Motivasi teratas yang mendorong integrasi kecerdasan buatan di lingkungan SOC kawasan APAC meliputi:

  • Meningkatkan efektivitas deteksi ancaman secara menyeluruh (55%).
  • Mengotomatiskan tugas-tugas rutin yang memakan waktu (47%).
  • Meningkatkan akurasi deteksi sekaligus menekan tingkat positif palsu atau false positive (45%).

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menekankan bahwa ekspektasi terbesar memang terletak pada kemampuan AI dalam meningkatkan deteksi ancaman melalui analisis anomali otomatis dan mempercepat respons terhadap insiden. Otomatisasi ini memungkinkan tim keamanan siber fokus pada kasus yang benar-benar kritis, alih-alih terbebani oleh deretan peringatan palsu.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ekspektasi Praktis dari Integrasi Kecerdasan Buatan

Organisasi di Asia Pasifik memiliki harapan yang sangat spesifik mengenai bagaimana AI harus beroperasi di lapangan. Mereka tidak hanya menginginkan alat yang lebih pintar, tetapi juga sistem yang dapat mengambil tindakan cepat berdasarkan data yang dianalisis.

Sekitar 60% responden menaruh harapan besar pada kemampuan AI untuk mendukung analisis data secara otomatis. Kemampuan ini vital untuk mengidentifikasi pola anomali dan aktivitas mencurigakan yang luput dari pengawasan manusia atau sistem konvensional. Dalam dunia siber modern, di mana jutaan data log dihasilkan setiap hari, hanya AI yang mampu memproses volume data sebesar itu dalam waktu nyata (real-time).

Selain analisis, sekitar 55% organisasi juga berharap AI dapat mendorong otomatisasi respons insiden. Ini biasanya dicapai melalui solusi SOAR (Security Orchestration, Automation and Response) yang diperkuat AI.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketika sebuah ancaman terdeteksi, AI dapat memicu skenario penanganan yang telah ditentukan, seperti mengisolasi host yang terinfeksi atau memblokir alamat IP berbahaya, tanpa perlu intervensi manusia. Kecepatan respons ini krusial karena penyerang siber seringkali hanya membutuhkan waktu hitungan menit untuk berpindah dari akses awal ke eksfiltrasi data.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved