1. Retakan Meluas di Zona Pergeseran
Temuan paling mendesak adalah retakan yang signifikan di sepanjang "zona pergeseran" gletser. Zona pergeseran adalah area di mana massa es bergerak dengan kecepatan berbeda, menciptakan tekanan dan gesekan ekstrem.
Para peneliti mengamati bahwa sejak tahun 2002, retakan di zona ini tidak hanya muncul, tetapi juga melebar dan memanjang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Retakan yang membesar ini bertindak seperti pisau yang siap memisahkan bongkahan-bongkahan besar es dari massa utama gletser.
Hal ini diperburuk oleh fakta bahwa area tersebut kini semakin sering dibanjiri oleh air laut hangat, melemahkan struktur es dari segala sisi.
Baca Juga :
2. Hilangnya Hambatan Alami Jangka Pendek
Dalam beberapa tahun terakhir, Gletser Thwaites secara bertahap kehilangan hambatan mekanis yang menahan gerakannya. Dulu, bongkahan es dan dasar laut yang kasar berfungsi sebagai "rem" alami yang memperlambat laju pergerakan es.
Namun, pelelehan basal (pelelehan dari bawah) yang disebabkan oleh air hangat telah mengikis hambatan ini. Ketika hambatan ini hilang, es dapat meluncur lebih cepat menuju laut, mirip seperti kendaraan yang kehilangan traksi di jalan licin.
Menurut studi tersebut, hilangnya hambatan ini berkontribusi langsung pada peningkatan kecepatan aliran es, mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik keruntuhan total.
Baca Juga :
3. Peran Air Laut Hangat yang Mengancam Struktur
Meskipun bukan temuan yang sepenuhnya baru, penelitian ini menekankan bahwa volume air laut hangat yang mencapai rongga di bawah Gletser Thwaites kini jauh lebih besar dan lebih konsisten.
Air hangat ini berasal dari lapisan sirkulasi laut dalam yang didorong oleh perubahan pola angin akibat pemanasan global. Suhu yang hanya sedikit di atas titik beku sudah cukup untuk menyebabkan pelelehan masif karena volume kontak antara air dan es sangat besar.
Proses pelelehan ini menciptakan lubang-lubang besar di bawah es (kavitasi), yang melemahkan seluruh integritas struktural gletser.
Baca Juga :
Prediksi Serius Dampak Kenaikan Air Laut Global
Mengingat percepatan Gletser Thwaites Mencair, perhatian utama kini beralih pada Dampak Kenaikan Air Laut (sea level rise) yang akan terjadi. Prediksi waktu keruntuhan total Thwaites bervariasi—dari beberapa dekade hingga beberapa abad—tetapi trennya jelas: kontribusi es dari Antartika akan menjadi faktor dominan dalam kenaikan air laut di masa depan.
Ketika Thwaites runtuh sepenuhnya, kenaikan permukaan laut setinggi 65 cm akan terjadi secara bertahap. Namun, mekanisme fisika menunjukkan bahwa runtuhnya es raksasa di satu sisi Bumi (Antartika) akan menyebabkan dampak yang tidak merata.
Daerah yang jauh dari lokasi lelehan, seperti wilayah Asia Tenggara dan Amerika Utara, justru akan mengalami kenaikan air laut yang lebih parah dibandingkan rata-rata global. Ini disebabkan oleh perubahan gaya gravitasi dan rotasi Bumi.