- Spektroskopi Raman: Untuk menganalisis getaran molekul dan mengidentifikasi mineral spesifik.
- X-Ray Fluorescence (XRF): Untuk menentukan komposisi unsur kimia utama yang ada di permukaan.
- Pemindaian 3D dan Pencitraan Hiper-Spektral: Untuk mendapatkan data visual dan tekstur yang sangat rinci, yang kemudian dapat dibandingkan dengan database meteorit global.
Tujuan utama dari Penelitian Asing Hajar Aswad bukanlah untuk menggantikan keyakinan, melainkan untuk memperkaya pemahaman manusia mengenai sejarah Ka’bah dan alam semesta melalui penemuan ilmiah. Jika Hajar Aswad benar-benar meteorit, maka ia akan menjadi salah satu meteorit paling penting dan bersejarah di dunia.
Misteri Hajar Aswad adalah jembatan unik yang menghubungkan sejarah kuno, keyakinan spiritual, dan ilmu pengetahuan modern. Sambil menunggu adanya teknologi yang memungkinkan analisis lebih mendalam tanpa merusak batu suci ini, kisah 3 teori ilmiah ini akan terus memicu rasa penasaran global.