Langkah selanjutnya adalah mencari Gen 3 atau bahkan Gen 4. Lubang hitam generasi yang lebih tinggi diperkirakan memiliki massa yang sangat besar dan akan memberikan sinyal gelombang gravitasi yang berbeda, mungkin dengan frekuensi yang lebih rendah yang lebih mudah ditangkap oleh detektor generasi berikutnya.
Baca Juga :
Tabrakan Lubang Hitam Generasi Kedua menunjukkan bahwa alam semesta adalah tempat yang jauh lebih dinamis daripada yang kita bayangkan. Penggabungan kosmik ini adalah mekanisme utama untuk membangun objek supermasif, termasuk lubang hitam supermasif yang bersembunyi di inti hampir setiap galaksi. Kita baru saja mulai memahami bagaimana raksasa kosmik ini lahir dan tumbuh melalui proses yang berulang ini.
Penelitian ini menggarisbawahi kekuatan gelombang gravitasi sebagai alat revolusioner, memungkinkan kita mengintip langsung ke peristiwa paling ekstrem di alam semesta, jauh melampaui kemampuan teleskop cahaya tradisional.