Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
5 Fakta Satelit Starlink Jatuh ke Bumi, Ancaman Elon Musk Mengintai!
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Fakta Satelit Starlink Jatuh ke Bumi, Ancaman Elon Musk Mengintai!

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:08 WIB
5 Fakta Satelit Starlink Jatuh ke Bumi, Ancaman Elon Musk Mengintai!

5 Fakta Satelit Starlink Jatuh ke Bumi, Ancaman Elon Musk Mengintai!

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Satelit Starlink jatuh ke Bumi setiap hari! Simak 5 fakta mengenai Ancaman Starlink Elon Musk, termasuk bahaya sampah antariksa yang kini makin nyata.

Ambisi Elon Musk untuk menyelimuti seluruh Bumi dengan layanan internet berkecepatan tinggi melalui konstelasi satelit Starlink memang luar biasa. Namun, di balik janji konektivitas global tersebut, muncul sebuah masalah serius yang kini menjadi sorotan para ahli antariksa global: satelit-satelit tersebut mulai rontok dan berjatuhan kembali ke Bumi.

Proyek ambisius ini menempatkan ribuan satelit di Orbit Bumi Rendah (LEO), sebuah area yang sudah cukup padat. Seiring berjalannya waktu, ternyata tidak semua satelit mampu mempertahankan orbitnya. Para ahli mulai membunyikan alarm keras mengenai konsekuensi dari fenomena ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fenomena ini bukan hanya tentang kerugian finansial bagi SpaceX (perusahaan induk Starlink), tetapi juga mengenai potensi bahaya sampah antariksa yang meningkat drastis. Bahaya ini berpotensi mengancam misi luar angkasa lainnya dan bahkan mengganggu aktivitas di permukaan Bumi.

Ambisi Starlink Vs. Realita Sampah Antariksa

Starlink dirancang untuk beroperasi di LEO, yaitu antara ketinggian 300 hingga 2.000 km di atas permukaan Bumi. Ketinggian ini dipilih karena memungkinkan latensi (keterlambatan sinyal) yang sangat rendah, jauh lebih baik daripada satelit geostasioner yang jaraknya puluhan ribu kilometer.

Namun, keuntungan latensi rendah ini datang dengan risiko besar: kepadatan orbit. SpaceX berencana meluncurkan puluhan ribu satelit dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan LEO sebagai jalur lalu lintas luar angkasa terpadat dalam sejarah.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketika satelit sudah mencapai akhir masa pakainya, mereka harus de-orbit atau dikeluarkan dari orbit. Proses de-orbit ini seharusnya berjalan terkontrol, memastikan satelit terbakar habis di atmosfer. Sayangnya, tidak semua berjalan sesuai rencana.

Mengapa Satelit Starlink Jatuh ke Bumi?

Jatuhnya Satelit Starlink jatuh ke Bumi setiap hari dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satu yang paling signifikan adalah gesekan atmosfer (atmospheric drag). Meskipun LEO dianggap "luar angkasa," pada ketinggian tersebut masih terdapat sedikit sisa atmosfer Bumi.

Gesekan yang sangat kecil ini, seiring berjalannya waktu, secara perlahan akan menarik satelit menuju lapisan atmosfer yang lebih padat. Hal ini dipercepat jika satelit mengalami kegagalan teknis, seperti kerusakan sistem pendorong atau kehilangan komunikasi dengan darat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Astrofisikawan terkemuka dari Smithsonian, Jonathan McDowell, adalah salah satu pihak yang paling vokal mengenai masalah ini. Ia secara rutin memantau status Starlink dan mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah satelit yang jatuh atau gagal beroperasi.

Menurut pemantauan McDowell, setidaknya 1 hingga 2 satelit Starlink keluar dari orbit dan jatuh kembali ke Bumi setiap harinya. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya jumlah satelit yang diluncurkan oleh SpaceX.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved