Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
5 Poin Penting Penundaan PPh Pedagang Online: Angin Segar UMKM
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Poin Penting Penundaan PPh Pedagang Online: Angin Segar UMKM

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 03 Oktober 2025 - 11:19 WIB
5 Poin Penting Penundaan PPh Pedagang Online: Angin Segar UMKM

Poin Penting Penundaan PPh Pedagang Online

Sumber Foto :Shutterstock
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Poin Penting Keputusan Kemenkeu yang Menjadi Angin Segar

Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini memberikan jeda waktu yang sangat berharga. Berikut adalah 5 poin utama yang harus diketahui oleh para pedagang online dan pelaku industri e-commerce terkait kebijakan ini:

  1. Waktu Adaptasi yang Lebih Panjang: Keputusan ini memberikan ruang bagi UMKM untuk menyusun ulang strategi keuangan, memastikan pencatatan transaksi mereka rapi, dan memahami sepenuhnya mekanisme PPh Pasal 22 yang akan datang.
  2. Fokus pada Pertumbuhan Omzet: Dengan penundaan ini, pelaku usaha dapat memfokuskan kembali energi dan modal mereka untuk meningkatkan omzet dan skala bisnis, tanpa terbebani kekhawatiran pemotongan pajak di awal.
  3. Sinyal Positif Kolaborasi Pemerintah-Industri: idEA menilai langkah ini sebagai bukti bahwa pemerintah memiliki telinga terbuka. Ini memperkuat sinergi antara regulator dan asosiasi industri dalam merumuskan kebijakan fiskal yang adil.
  4. Kepastian Hukum Jangka Pendek: Penundaan PPh Pedagang Online menghilangkan ketidakpastian sementara, memungkinkan platform e-commerce dan pedagang untuk beroperasi dengan regulasi yang sudah mapan, setidaknya hingga batas waktu penundaan berakhir.
  5. Dukungan Terhadap Transisi Digital: Penundaan ini secara tidak langsung mendukung akselerasi transformasi digital. Pelaku UMKM tidak perlu khawatir bahwa digitalisasi langsung berujung pada beban pajak yang belum mereka pahami sepenuhnya.

Budi Primawan menyatakan dalam keterangan resminya bahwa keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki pemahaman yang mendalam mengenai dinamika dan kebutuhan ekosistem UMKM digital.

Sinergi idEA dan Pemerintah: Jembatan Kebijakan Fiskal

Peran asosiasi seperti idEA sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kebijakan pemerintah. Sebelum keputusan penundaan ini, idEA telah aktif memberikan masukan dan data konkret mengenai kondisi riil pedagang online.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Masukan utama yang disampaikan adalah pentingnya pendekatan bertahap dalam pengenaan pajak. idEA berpendapat bahwa idealnya, sebelum pajak dipungut, UMKM harus didorong terlebih dahulu untuk menjadi entitas yang lebih kuat dan matang secara administrasi.

Mekanisme pemungutan PPh Pasal 22 yang melibatkan platform e-commerce sebagai pemotong pajak juga memerlukan persiapan teknis yang tidak sederhana.

Platform harus memastikan sistem mereka siap memotong, mencatat, dan melaporkan pajak dari jutaan transaksi setiap hari. Penundaan ini memberikan waktu yang cukup bagi platform untuk melakukan penyesuaian teknis yang kompleks tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Langkah Selanjutnya: Edukasi dan Kesiapan

Meskipun ada penundaan, kewajiban pajak tetap harus dipenuhi di masa depan. Fokus utama bagi UMKM saat ini adalah memanfaatkan masa penundaan ini untuk meningkatkan literasi pajak dan menyiapkan diri.

Asosiasi dan platform e-commerce diharapkan terus bekerja sama dengan Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menyelenggarakan program edukasi masif. Edukasi ini harus mencakup cara pencatatan yang benar, manfaat memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan pemahaman menyeluruh tentang Dampak Pajak E-commerce.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved