Boruto, anime dan manga yang memikat, membawa pertanyaan besar mengenai perubahan karakter Kawaki menjadi jahat.

Sejak kemunculannya di episode dan bab 1, Kawaki telah menunjukkan sikap yang kontroversial, terutama di Desa Konoha yang telah rusak.

Mari kita telaah alasan di balik perubahan dramatis ini.

1. Kehidupan Kelam Kawaki: Moralitas yang Tidak Terbentuk dengan Baik

Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto - Kehidupan Kelam Kawaki - technonesia
Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto – Kehidupan Kelam Kawaki – technonesia | Foto : Crunchyroll/Naruto Shippuden

Kawaki, bukanlah karakter biasa. Latar belakang hidupnya yang keras telah membentuknya menjadi individu yang sulit dipahami.

Prinsip moralitas, panduan untuk membedakan antara yang baik dan buruk, bukanlah konsep yang ditanamkan sejak masa kecilnya.

Terjual dan dijadikan objek eksperimen oleh Jigen, kehidupan Kawaki dipenuhi dengan perlakuan buruk dan latihan keras.

Konsep moralitas yang seharusnya diajarkan sejak dini tidak pernah menciptakan fondasi dalam dirinya, menjadikannya sosok yang terlihat kasar dan tidak segan-segan melakukan tindakan kekerasan.

Sementara itu, perjalanan hidup Kawaki yang kelam menciptakan fondasi yang rapuh untuk memahami konsep moralitas.

Namun, latar belakang hidupnya yang sulit tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa Kawaki terlihat jahat. Sebagai manusia, bagaimana konsep moralitas membentuk karakter seseorang?

2. Naruto sebagai Pencerah: Transformasi Kasih Sayang dan Penghormatan pada Hokage

Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto - Naruto sebagai Pencerah - technonesia
Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto – Naruto sebagai Pencerah | Foto : Crunchyroll/Naruto Shippuden

Kehadiran Naruto Uzumaki, Hokage Desa Konoha, menjadi pencerah dalam kehidupan Kawaki yang kelam.

Naruto, sebagai figur ayah baru, memberikan kasih sayang yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

Kawaki tumbuh mencintai Naruto dengan penuh pengabdian, dan tekadnya untuk melindungi Hokage tersebut membuatnya siap melakukan apapun.

Saat Momoshiki mengancam Naruto, Kawaki dengan cepat bertindak, bahkan melemparkan Naruto ke dimensi lain demi keselamatan Hokage yang dihormatinya.

Hubungan Kawaki dengan Naruto membawa dimensi baru pada karakternya. Namun, mengapa tindakan perlindungan ini membuatnya terlihat seperti karakter yang jahat?

3. Konflik Moralitas dan Keinginan Kuat Melindungi: Keseimbangan Antara Kebaikan dan Keburukan

Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto - Konflik Moralitas - technonesia
Alasan Perubahan Karakter Kawaki Menjadi Jahat di Boruto – Konflik Moralitas | Foto : Crunchyroll/Naruto Shippuden

Kawaki, dengan keinginan kuatnya untuk melindungi Naruto, berada dalam dilema moral.

Konsep baik dan buruk masih samar dalam dirinya, membuatnya terlihat seperti karakter yang jahat.

Keputusannya untuk membunuh Boruto, yang menjadi wadah bagi Momoshiki, menggambarkan kompleksitas karakternya.

Meskipun karakter lain menyadari bahwa membunuh Boruto berarti membunuh Momoshiki, Kawaki tidak memedulikannya.

Baginya, yang terpenting adalah menjaga Naruto tetap aman dari ancaman Momoshiki yang dapat membahayakan.

Melalui peristiwa ini, Kawaki menjadi karakter yang kompleks dengan latar belakang yang rumit, memunculkan pertanyaan mengenai kebaikan dan kejahatan dalam dirinya.

Membongkar Misteri Transformasi Kawaki yang Mengejutkan

Boruto bukan hanya sekadar cerita ninja biasa; ia membawa perubahan dramatis pada karakter utamanya, termasuk Kawaki.

Dari latar belakang kelamnya hingga perubahan sikap yang terlihat jahat, Kawaki menunjukkan kompleksitas yang mengguncang penonton.

Dalam perjalanan menuju pemahaman moralitas dan perjuangan untuk melindungi Naruto, Kawaki menghadapi konflik internal yang mendalam.

Sebuah misteri yang terus menggoda, mengapa Kawaki berubah menjadi jahat di Boruto adalah pertanyaan yang menambah ketegangan dan daya tarik dalam narasi yang semakin seru.