duet legendaris Supardi Nasir dan M Ridwan ISL 2014 menjadi salah satu memori terindah Bobotoh. Kisah kejayaan Persib Bandung di era modern tidak bisa lepas dari dua nama ini. Supardi Nasir, bek kanan tangguh asal Bangka, memiliki tempat spesial di hati para suporter. Ia bukan hanya pemain lama, tetapi juga pembuat sejarah emas bagi Maung Bandung.

Pada tahun 2018, Supardi bahkan dipercaya mengenakan ban kapten. Ban kapten itu sebelumnya melingkar di lengan Atep. Penunjukan ini membuktikan Supardi bukan sekadar bek hebat. Sebaliknya, ia adalah figur panutan di ruang ganti tim. Ia memimpin Maung Bandung hingga perpisahannya pada tahun 2022. Supardi dikenal sebagai pemain pekerja keras dan jarang mengeluh. Ia selalu siap ditempatkan dalam situasi paling sulit sekalipun.

Supardi Nasir: Setia dan Menorehkan Sejarah Emas Persib

Jika melihat rekam jejaknya, Supardi bukanlah pemain yang suka menetap lama. Ia sempat membela PSMS Medan dan Pelita Jaya. Kemudian ia juga memperkuat Sriwijaya FC. Rata-rata, ia hanya menghabiskan satu hingga dua musim di setiap klub.

Namun, Persib Bandung menjadi pengecualian besar. Ia pertama kali bergabung pada awal 2012 dari Sriwijaya FC. Total, Supardi menghabiskan delapan musim penuh bersama Maung Bandung. Persib akhirnya menjadi klub terlama dalam karier profesionalnya. Selain itu, dedikasinya tidak pernah diragukan.

Momen paling ikonik Supardi terjadi pada final Indonesia Super League (ISL) 2014. Pertandingan dramatis itu berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang. Persib berhadapan dengan Persipura Jayapura. Laga berakhir imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Pada akhirnya, Persib keluar sebagai juara melalui adu penalti 5-3. Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar Persib selama 20 tahun. Supardi tampil solid menjaga sektor pertahanan kanan.

Rahasia Kunci Sukses Persib Juara ISL 2014

Kemenangan ISL 2014 tidak terjadi secara kebetulan. Terdapat faktor krusial di balik keberhasilan ini. Salah satunya adalah “Gerbong Sriwijaya FC” yang didatangkan oleh Djadjang Nurdjaman. Mereka membawa mental juara yang kuat.

Pemain-pemain seperti Firman Utina, Tantan, dan M Ridwan ikut memperkuat tim. Meskipun demikian, kolaborasi di sisi kanan lapangan menjadi sorotan utama. Duet Supardi Nasir dan M Ridwan di sisi kanan lapangan Persib kerap disebut sebagai kunci kejayaan.

Duet Legendaris Supardi Nasir dan M Ridwan ISL 2014 yang Tak Tertandingi

Supardi berperan sebagai bek kanan yang disiplin. Ia memiliki kecepatan dan stamina luar biasa. Sementara itu, M Ridwan beroperasi sebagai winger kanan. Ridwan dikenal dengan akselerasi mematikan dan umpan silang akurat. Keduanya menciptakan kombinasi sempurna antara pertahanan solid dan serangan eksplosif.

Bahkan, M Ridwan seringkali turun membantu pertahanan. Ini membuat Supardi memiliki kebebasan lebih untuk melakukan overlap. Mereka saling memahami pergerakan satu sama lain tanpa perlu banyak instruksi. Kemitraan ini sangat efektif membongkar pertahanan lawan. Oleh karena itu, hampir setiap serangan Persib seringkali berawal dari sektor kanan.

Kekuatan lini kanan ini menjadi senjata rahasia Persib. Mereka mampu menekan lawan secara konstan. Formasi yang diterapkan Coach Djanur sangat memaksimalkan potensi keduanya. Jadi, mereka bukan sekadar dua pemain, tetapi satu unit tak terpisahkan.

Warisan dan Pengaruh Jangka Panjang

Setahun setelah ISL 2014, Supardi kembali mengangkat trofi. Ia menjuarai Piala Presiden 2015. Turnamen pramusim itu digelar di Indonesia. Pada partai final, Persib menaklukkan Sriwijaya FC 2-0 di SUGBK. Supardi kembali menjadi bagian penting skuad juara di bawah arahan Djadjang Nurdjaman.

Selain itu, warisan Supardi dan Ridwan jauh melampaui trofi. Mereka mengajarkan arti dedikasi dan profesionalisme. Supardi, yang sempat menjabat kapten, meninggalkan kesan mendalam bagi Bobotoh. Ia adalah simbol kesetiaan di tengah industri sepak bola modern. Kisah duet legendaris Supardi Nasir dan M Ridwan ISL 2014 akan selalu dikenang. Mereka adalah awal dari sejarah emas Persib Bandung era modern.