Mekanisme Munculnya Fenomena Air Terjun Dadakan
Ada tiga faktor utama yang harus dipenuhi agar Fenomena Air Terjun Dadakan ini terjadi, terutama di wilayah seperti Sembalun yang memiliki ciri khas pegunungan vulkanik:
Pertama, Curah Hujan Ekstrem. Periode sebelum 8 Desember 2025 di Lombok Timur dicatat mengalami curah hujan dengan intensitas sangat tinggi dan durasi yang panjang. Air hujan ini membanjiri lapisan permukaan tanah.
Baca Juga :
Kedua, Sifat Batuan yang Impermeabel. Batuan atau lapisan tanah di bawah permukaan bukit-bukit tersebut, terutama di kedalaman tertentu, memiliki sifat kedap air (impermeabel). Ini berarti air tidak dapat meresap ke lapisan yang lebih dalam dengan cepat.
Ketiga, Lapisan Tanah Jenuh Air. Ketika air hujan terus turun, lapisan tanah di bagian atas menjadi sangat jenuh. Karena air tidak bisa meresap ke bawah (terhalang lapisan kedap air), air terpaksa mencari jalan keluar secara horizontal.
Air yang telah jenuh di lapisan atas kemudian mengalir menuruni lereng, memanfaatkan celah, retakan, atau batas lapisan tanah, sehingga menciptakan aliran permukaan yang menyerupai air terjun sementara.
Baca Juga :
Kondisi Geologi Kunci di Kawasan Sembalun
Sembalun, yang terletak di lereng Gunung Rinjani, memiliki komposisi geologi yang spesifik, memengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air. Tanah di kawasan ini didominasi oleh material vulkanik muda dan tua.
Struktur geologi setempat seringkali tersusun atas lapisan tanah berpori (seperti abu vulkanik) di bagian atas, yang mudah menyerap air, diikuti oleh lapisan batuan yang lebih padat atau lapisan tanah liat yang kedap air di bawahnya.
Ketika curah hujan melebihi kapasitas infiltrasi lapisan permukaan, air terperangkap di atas lapisan kedap air tersebut. Proses ini dikenal sebagai aliran air bawah permukaan lateral.
Baca Juga :
Fenomena "Gunung Menangis Lombok" ini sebenarnya adalah bentuk alami dari aliran interflow—air bergerak horizontal di atas zona yang kurang permeabel—yang kemudian keluar sebagai mata air atau air terjun sementara di lereng bukit.
Implikasi dan Peringatan Bencana
Meskipun kemunculan Fenomena Air Terjun Dadakan ini menawarkan pemandangan yang spektakuler, Badan Geologi juga menekankan bahwa peristiwa ini membawa implikasi serius terkait potensi bencana alam, terutama tanah longsor.
Kelebihan air di lereng bukit, terutama yang memiliki kemiringan curam, dapat mengurangi daya rekat tanah. Tekanan air yang tinggi di pori-pori tanah (tekanan air pori) bertindak sebagai pelumas, yang secara drastis menurunkan stabilitas lereng.
Baca Juga :
Masyarakat di sekitar kawasan Sembalun harus selalu waspada, terutama setelah periode curah hujan yang intensif.
Langkah Mitigasi yang Perlu Diperhatikan:
- Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas di dekat lereng yang menunjukkan gejala air mengalir deras secara mendadak.
- Perlu dilakukan pemantauan terhadap retakan tanah baru di puncak atau lereng bukit yang dapat mengindikasikan pergerakan massa tanah.
- Pemerintah daerah diharapkan melakukan identifikasi dan pemetaan ulang zona rawan longsor, khususnya di lokasi-lokasi Air Terjun Dadakan muncul.
- Penyuluhan mengenai tanda-tanda awal tanah longsor harus ditingkatkan kepada warga lokal, mengingat potensi bencana yang menyertai fenomena hidrologi ini.
Fenomena alam di Lombok Timur ini menjadi pengingat bagi kita bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem memiliki dampak langsung terhadap stabilitas geologi lokal. Memahami mekanisme di balik "Gunung Menangis" adalah kunci untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.