TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
5 Fakta Robot Hamil di China yang Viral, Real atau Hoaks?
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Fakta Robot Hamil di China yang Viral, Real atau Hoaks?

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 24 Agustus 2025 - 23:46 WIB
5 Fakta Robot Hamil di China yang Viral, Real atau Hoaks?

5 Fakta Robot Hamil di China yang Viral

Sumber Foto :News Arena China
Thumb 1
Thumb 2Thumb 3
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Selain itu, bayi yang ditempatkan di dalam perangkat akan terlindungi dari paparan cahaya, tekanan, perubahan suhu, maupun kuman. Dengan begitu, lingkungan yang tercipta benar-benar mendekati rahim alami seorang ibu.

3. Uji Coba Rahim Buatan pada Hewan

Sejauh ini, teknologi rahim buatan telah diuji pada domba. Dalam sebuah publikasi ilmiah tahun 2017, tim peneliti berhasil mendukung perkembangan janin domba di dalam perangkat EXTEND selama satu bulan penuh. Hasilnya menunjukkan bahwa janin berkembang hampir sama seperti di dalam rahim induknya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Meski hasil awal terlihat menjanjikan, perjalanan menuju uji coba pada manusia masih panjang. Ada banyak pertanyaan etis dan teknis yang harus dijawab, seperti kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya, serta bagaimana dampaknya terhadap kesehatan bayi dalam jangka panjang.

4. Penelitian Lain: Plasenta Buatan

Selain EXTEND, beberapa tim peneliti di dunia juga tengah mengembangkan plasenta buatan. Teknologi ini bertujuan untuk mendukung bayi prematur dengan cara yang mirip, yakni memberikan suplai oksigen dan nutrisi secara berkesinambungan.

Namun, dibandingkan dengan EXTEND, riset plasenta buatan masih berada pada tahap yang lebih awal. Meski demikian, langkah-langkah ini menunjukkan bahwa sains modern memang sedang mengeksplorasi kemungkinan menciptakan lingkungan buatan yang bisa menggantikan fungsi rahim manusia.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

5. Etika dan Tantangan Teknologi Rahim Buatan

Meskipun penelitian rahim buatan terus berkembang, para ilmuwan sepakat bahwa ada tantangan besar yang menanti. Dr. Harvey Kliman dari Universitas Yale menegaskan bahwa secara intelektual ide ini menarik, tapi ia menolak jika benar-benar diterapkan sebagai pengganti kehamilan normal.

Menurutnya, diskusi tentang rahim buatan bisa membuat kita lebih menghargai keindahan proses kehamilan alami. Selain itu, etika penggunaannya juga menjadi perhatian serius, terutama bila suatu hari teknologi ini digunakan tidak hanya untuk menyelamatkan bayi prematur, melainkan juga sebagai alternatif kehamilan bagi mereka yang tidak ingin hamil.

Robot Hamil Itu Hoaks, Tapi...

Ilustrasi Robot Hamil (Foto: businesstoday)

Sumber : Istimewa

Kabar tentang robot di China yang bisa hamil ternyata tidak benar. Zhang Qifeng, sosok yang disebut-sebut sebagai penemunya, ternyata tidak terbukti eksis. Bahkan, kampus NTU Singapura dengan tegas membantah keterlibatan mereka.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Namun, di balik kabar hoaks tersebut, fakta menarik justru terungkap. Dunia medis benar-benar sedang meneliti rahim buatan, salah satunya lewat proyek EXTEND di Amerika Serikat. Harapannya, teknologi ini bisa membantu bayi prematur untuk bertahan hidup dengan lebih sehat.

Jadi, meski robot hamil masih sebatas fiksi, penelitian tentang rahim buatan nyata adanya. Perdebatan etis, teknis, dan medis pasti akan terus berlangsung. Yang jelas, sains telah menunjukkan bahwa masa depan teknologi reproduksi bisa saja lebih dekat daripada yang kita bayangkan.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved