Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 18 Maret 2026 - 13:40 WIB
Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus

Teknik Malware Zombie ZIP

Sumber Foto :malwarebytes
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknik malware Zombie ZIP kini menjadi perbincangan hangat di kalangan praktisi keamanan siber setelah para peneliti menemukan metode cerdik untuk menyembunyikan kode berbahaya. Metode ini memanfaatkan file ZIP yang sengaja dibuat rusak (corrupted) agar tidak terdeteksi oleh sistem pemindaian keamanan. Penemuan ini menjadi sinyal merah bagi pengguna internet karena peretas memiliki cara baru untuk mengirimkan payload tanpa memicu alarm dari perangkat lunak antivirus.

Para ahli keamanan menjelaskan bahwa ancaman ini bekerja dengan memanipulasi struktur dasar dari sebuah arsip digital. Secara teknis, setiap file ZIP memiliki komponen yang disebut sebagai header. Bagian ini menyimpan metadata krusial yang memberitahu sistem operasi atau aplikasi pengarsip mengenai isi file, mulai dari metode kompresi yang digunakan hingga informasi versi untuk ekstraksi data.

Dalam skema serangan ini, penyerang sengaja merusak bagian field metode kompresi pada header tersebut. Hasilnya, aplikasi pengarsip populer yang sering kita gunakan sehari-hari seperti 7-Zip atau WinRAR akan gagal mengenali format file tersebut. Alih-alih membukanya, aplikasi biasanya akan menampilkan pesan kesalahan bahwa file tersebut rusak atau tidak didukung.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengenal Cara Kerja Teknik Malware Zombie ZIP

Meskipun file tersebut terlihat rusak di mata aplikasi pengarsip standar, teknik malware Zombie ZIP sebenarnya tetap menyimpan data yang utuh di dalamnya. Peretas tetap menggunakan algoritma Deflate untuk mengompresi data berbahaya mereka. Sebagai informasi, Deflate adalah algoritma kompresi lossless legendaris yang dikembangkan oleh Phil Katz untuk perangkat lunak PKZIP pada tahun 1990-an dan masih menjadi standar industri hingga saat ini.

Manipulasi metadata inilah yang menjadi kunci utama mengapa serangan ini sangat efektif. Antivirus modern umumnya melakukan pemindaian cepat terhadap file terkompresi. Jika mesin pemindai melihat header yang rusak atau tidak konsisten, sistem cenderung menganggap file tersebut sebagai sampah digital yang tidak berbahaya atau sekadar data korup yang tidak bisa dieksekusi. Hal ini membuat malware tetap bersembunyi dengan aman di dalam arsip tanpa terendus radar keamanan.

Penyerang kemudian memanfaatkan alat khusus atau skrip tertentu yang mampu mengabaikan informasi salah pada header. Alat ini akan langsung membaca aliran data mentah (raw data stream) di dalam file dan mengekstrak payload berbahaya secara diam-diam. Dengan cara ini, serangan tetap berjalan mulus meskipun file tersebut tampak tidak bisa dibuka oleh pengguna awam.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Bahaya Nyata di Balik Celah CVE-2026-0866

Eksploitasi ini sekarang mendapatkan perhatian serius dengan kode pelacakan kerentanan CVE-2026-0866. Berdasarkan laporan terbaru, efektivitas metode ini sangat mengkhawatirkan. Dalam serangkaian pengujian melalui platform VirusTotal, teknik malware Zombie ZIP dilaporkan mampu meloloskan diri dari sekitar 98% mesin antivirus yang ada di pasar saat ini.

Bahkan, nama-nama besar di industri keamanan siber seperti Microsoft Defender, Kaspersky, hingga Bitdefender dikabarkan gagal menandai arsip yang telah dimanipulasi ini sebagai ancaman pada tahap awal pengujian. Hal ini menunjukkan adanya celah logika pada cara kerja mesin antivirus dalam menangani file yang mengalami kerusakan struktur header.

Kondisi ini menciptakan risiko besar bagi sektor korporasi maupun individu. Bayangkan sebuah email phishing masuk dengan lampiran ZIP yang terlihat rusak. Pengguna mungkin akan mengabaikannya, namun di latar belakang, sebuah proses otomatis bisa saja mengekstrak isi file tersebut menggunakan teknik yang sama dengan yang digunakan peretas, sehingga menginfeksi sistem tanpa ada peringatan sama sekali.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Perdebatan di Kalangan Analis Keamanan

Meskipun data pengujian menunjukkan angka kegagalan deteksi yang tinggi, tidak semua peneliti keamanan sepakat bahwa ini adalah "senjata kiamat" baru. Sejumlah analis malware berpendapat bahwa perilaku file Zombie ZIP sebenarnya mirip dengan file ZIP yang diproteksi kata sandi atau file terenkripsi. Keduanya sama-sama membutuhkan alat atau kunci khusus untuk dibuka, sehingga secara teknis bukan merupakan kerentanan perangkat lunak (vulnerability) melainkan teknik penghindaran

Peneliti dari CERT Coordination Center di Carnegie Mellon University memberikan sudut pandang tambahan. Mereka menemukan bahwa beberapa alat ekstraksi tingkat lanjut masih memiliki kemampuan untuk mengenali anomali ini. Alat-alat tersebut tetap bisa memproses arsip yang dimodifikasi dan mengeluarkan isi di dalamnya, asalkan algoritma kompresi dasarnya masih bisa dibaca oleh mesin.

Diskusi ini memicu dorongan bagi para pengembang antivirus untuk memperbarui algoritma pemindaian mereka. Para pakar menyarankan agar sistem keamanan tidak hanya terpaku pada metadata atau header luar sebuah file. Antivirus masa depan harus mampu melakukan analisis mendalam terhadap aliran data mentah di dalam setiap file terkompresi, terlepas dari apa yang tertulis di bagian header-nya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Langkah Pencegahan bagi Pengguna

Munculnya teknik malware Zombie ZIP kembali mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan digital. Serangan siber terus berevolusi dengan memanfaatkan celah-celah kecil yang sering kali luput dari perhatian pengembang sistem keamanan besar. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk meminimalisir risiko:

  • Jangan pernah mencoba mengekstrak atau menjalankan file ZIP yang berasal dari sumber tidak dikenal, terutama jika file tersebut dilaporkan rusak oleh sistem.
  • Gunakan solusi keamanan yang memiliki fitur analisis perilaku (behavioral analysis) daripada sekadar pemindaian berbasis tanda tangan (signature-based).
  • Pastikan sistem operasi dan perangkat lunak pengarsip seperti WinRAR atau 7-Zip selalu berada dalam versi terbaru untuk mendapatkan tambalan keamanan terkini.
  • Bagi administrator IT di perusahaan, pertimbangkan untuk memblokir lampiran file terkompresi yang memiliki struktur header tidak standar di tingkat gateway email.

Kehadiran ancaman ini menegaskan bahwa lanskap keamanan siber adalah medan perang yang dinamis. Peretas akan selalu mencari cara kreatif untuk memanipulasi teknologi lama demi tujuan baru yang merugikan. Tetap waspada dan terus memperbarui pengetahuan mengenai tren ancaman siber terbaru adalah perlindungan terbaik bagi data pribadi dan aset digital Anda.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved