Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 01 Januari 2026 - 13:00 WIB
Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah

Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Donald Trump merestui Pembelian Chip AS China (Nvidia H200) senilai Rp 238 T! Ini sinyal dramatis soal Kebijakan Ekspor Chip AS. Simak 3 alasan balik arahnya Trump!

Geopolitik dan teknologi selalu menjadi dua sisi mata uang yang saling memengaruhi. Selama bertahun-tahun, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok (China) berpusat pada satu komoditas krusial: chip AI canggih.

Mulai dari era Presiden Joe Biden hingga kebijakan keras yang sempat diusung oleh Donald Trump, Washington secara konsisten membatasi ekspor semikonduktor canggih—terutama yang dibuat oleh raksasa seperti Nvidia—ke China. Kekhawatiran utamanya adalah pemanfaatan AI untuk memperkuat kemampuan militer Beijing.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Namun, dalam sebuah manuver yang mengejutkan dunia, kebijakan tersebut mendadak melunak. Menjelang akhir tahun 2025 (berdasarkan konteks artikel asli), Donald Trump dilaporkan menyetujui penjualan besar-besaran chip Nvidia H200 ke Tiongkok. Dampaknya? China segera melakukan Pembelian Chip AS China dengan nilai yang fantastis, mencapai Rp 238 triliun.

Pembelian Chip AS China Senilai Rp 238 Triliun: Sinyal Geopolitik Terbaru

Angka Rp 238 triliun (setara dengan miliaran dolar AS) bukanlah sekadar transaksi komersial biasa; ini adalah indikasi kuat bahwa perang dagang teknologi, khususnya di sektor semikonduktor, mungkin memasuki fase baru. Persetujuan ini secara efektif membuka keran ekspor yang selama ini dikunci rapat oleh Washington.

Chip yang menjadi fokus utama dalam transaksi raksasa ini adalah Nvidia H200. Meskipun chip ini canggih, penting untuk dipahami bahwa H200 dirancang sebagai versi "kompromi" yang memenuhi batas daya pemrosesan yang ditetapkan oleh regulasi AS.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Sebelumnya, chip AI paling mutakhir Nvidia, seperti H100 dan A100, dilarang keras masuk ke pasar China. Pembatasan ini bertujuan untuk menahan laju pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) Tiongkok, baik di sektor komersial maupun militer.

Kini, dengan adanya izin penjualan H200, perusahaan-perusahaan teknologi besar di China mendapatkan dorongan besar untuk memajukan model bahasa besar (LLM) dan aplikasi AI lainnya. Hal ini secara langsung memengaruhi peta persaingan teknologi global.

3 Alasan Kunci di Balik Kelonggaran Kebijakan Ekspor Chip AS

Keputusan mendadak yang melonggarkan Kebijakan Ekspor Chip AS ini menimbulkan pertanyaan besar. Apa yang membuat pemerintahan AS (khususnya di bawah pengaruh Trump) mengubah haluan yang selama ini sangat protektif?

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ada beberapa faktor strategis dan ekonomi yang diperkirakan melatarbelakangi izin transaksi besar-besaran ini:

  • Tekanan Kuat dari Raksasa Teknologi AS: Perusahaan pembuat chip, terutama Nvidia, kehilangan pangsa pasar yang sangat besar akibat larangan ekspor ke China. Tiongkok adalah pasar yang sangat haus akan teknologi AI. Tanpa akses ke pasar ini, potensi pendapatan dan investasi R&D perusahaan AS terhambat. Mereka gigih melobi Washington untuk melonggarkan pembatasan.
  • Strategi "Menjual yang Sekunder": Kebijakan Ekspor Chip AS yang baru ini tidak mencabut larangan pada chip paling cutting-edge (seperti H100). H200 dirancang khusus untuk memenuhi batas teknis yang diizinkan, yang berarti AS masih mengendalikan teknologi inti terdepannya. Dengan menjual H200, AS memastikan bahwa China tidak akan beralih sepenuhnya ke chip buatan domestik atau dari pesaing lain yang mungkin kurang canggih.
  • Isu Stabilitas Ekonomi dan Pemilu: Menjual semikonduktor bernilai triliunan rupiah memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian AS dan menunjukkan dukungan terhadap industri teknologi dalam negeri. Di tengah dinamika politik, keputusan yang mendukung keuntungan perusahaan besar AS sering kali dianggap sebagai langkah populis yang menguntungkan.

Dampak Strategis Pembelian Chip AS China oleh Beijing

Transaksi ini memberikan napas segar bagi sektor teknologi Tiongkok. Meskipun H200 bukanlah chip AI paling unggul di dunia, ini jauh lebih baik daripada alternatif chip domestik yang masih tertinggal dalam hal performa dan efisiensi.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved