TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Senin, 29 Desember 2025 - 01:00 WIB
Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal

Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

2. Skema Penamaan Perangkat yang Sangat Membingungkan

Xiaomi terkenal memiliki lini produk yang sangat luas, mencakup seri Mi/Xiaomi, Redmi, dan POCO. Namun, yang membuat para penggemar bahkan jurnalis teknologi bingung adalah skema penamaan yang sangat tidak konsisten.

Bisa jadi satu ponsel yang dijual sebagai “Redmi Note 12” di Indonesia, dinamai “POCO M4 Pro” di India, dan “Xiaomi 11T Lite” di pasar Eropa. Praktik ini dikenal sebagai re-branding yang agresif.

Kebingungan ini semakin diperparah dengan perilisan terlalu banyak varian dalam satu seri yang sama. Ambil contoh seri Redmi Note, yang bisa memiliki versi Pro, Pro Plus, Turbo, SE, dan 5G—semuanya dirilis dalam jarak waktu yang sangat berdekatan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Hal ini membuat calon pembeli kesulitan membedakan mana peningkatan nyata dan mana sekadar penamaan ulang, yang merupakan salah satu Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang paling sering menuai keluhan.

3. Pre-install Bloatware dan Aplikasi yang Sulit Dihapus

Meskipun sebagian besar ponsel Android memiliki aplikasi bawaan (bloatware), jumlah yang ditemukan pada perangkat Xiaomi sering kali jauh lebih banyak. Aplikasi pra-instal ini tidak hanya mencakup aplikasi buatan Xiaomi sendiri (seperti browser ganda atau aplikasi video), tetapi juga aplikasi pihak ketiga.

Aplikasi ini memakan ruang penyimpanan yang berharga dan seringkali berjalan di latar belakang, mengurangi daya tahan baterai dan kinerja sistem.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Yang lebih membuat Fitur MIUI yang Membuat Kesal adalah, banyak aplikasi bawaan tersebut tidak dapat dihapus (uninstall) melalui cara normal. Pengguna harus menggunakan trik tingkat lanjut, seperti ADB commands, hanya untuk membersihkan ponsel baru mereka.

4. Strategi Peningkatan OS dan Pembaruan yang Tidak Konsisten

Pengguna Xiaomi seringkali dihadapkan pada ketidakpastian mengenai kapan perangkat mereka akan mendapatkan pembaruan utama OS, seperti dari Android 13 ke Android 14, atau bahkan pembaruan keamanan bulanan.

Seringkali, Xiaomi mengumumkan daftar panjang perangkat yang akan menerima pembaruan, namun jadwal rilis global dan lokal menjadi sangat tidak menentu. Beberapa perangkat mungkin mendapatkan pembaruan lebih dulu di satu wilayah, tetapi tertunda berbulan-bulan di wilayah lain.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketidakkonsistenan ini diperburuk oleh masalah jaminan pembaruan yang seringkali tidak jelas, terutama pada seri Redmi kelas menengah. Sementara kompetitor seperti Samsung kini menawarkan jaminan pembaruan OS yang panjang, Xiaomi seringkali tetap pelit dalam hal pembaruan perangkat lunak, kecuali untuk seri flagship mereka.

5. Pembedaan Spesifikasi Perangkat Khusus Wilayah

Poin kelima ini terkait erat dengan masalah penamaan. Xiaomi seringkali menjual produk dengan nama yang sama, tetapi dengan spesifikasi internal yang berbeda drastis tergantung di mana produk itu dijual.

Contoh klasik adalah penggunaan sensor kamera yang berbeda, jenis panel layar (AMOLED vs. IPS), atau bahkan chipset yang berbeda (misalnya, Snapdragon di pasar tertentu dan MediaTek di pasar lain).

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved