CEO Oracle, Larry Ellison, memiliki hubungan yang sangat erat dengan mantan Presiden Donald Trump. Keterlibatan perusahaan yang dimiliki oleh "orang dekat" Trump ini menjadi indikasi bahwa restrukturisasi ini didukung penuh oleh lingkaran politik AS yang berpengaruh. Oracle ditugaskan untuk mengamankan data pengguna AS, memisahkan data tersebut dari kendali China.
Baca Juga :
4. Pengendali Mayoritas: Investor Baru AS
Siapakah yang menguasai sisa saham (sekitar 80,1 persen)? Saham mayoritas ini akan dipegang oleh investor AS. Selain Oracle, kesepakatan ini juga melibatkan investor lain seperti Sequoia Capital, General Atlantic, dan Koch Industries.
Struktur ini menjamin bahwa keputusan operasional, terutama yang berkaitan dengan moderasi konten dan keamanan data, akan didominasi oleh kepentingan AS. Hal ini menjadi kunci utama yang diminta oleh otoritas Washington sejak awal negosiasi Penjualan TikTok ke AS.
Berikut adalah ringkasan pembagian kepemilikan yang baru:
Baca Juga :
- Investor AS (Mayoritas): Sekitar 80,1% saham.
- ByteDance (Minoritas): 19,9% saham.
- Pihak Utama yang Terlibat: Oracle, Sequoia Capital, General Atlantic.
5. Fokus Utama: Keamanan Data Pengguna AS
Tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk mengatasi isu keamanan nasional terkait data pengguna AS yang dikhawatirkan dapat diakses oleh Pemerintah China. Dengan Oracle sebagai mitra teknologi inti, data pengguna AS akan disimpan dan dikelola sepenuhnya di server AS.
Langkah ini diharapkan dapat meyakinkan regulator bahwa TikTok AS telah sepenuhnya terpisah dari pengaruh eksternal yang dikendalikan oleh Beijing. Kepercayaan pengguna dan transparansi data menjadi hal yang sangat penting dalam kesepakatan ini.
Mengapa Oracle Begitu Penting dalam Proses Penjualan TikTok ke AS?
Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Oracle, yang dikenal sebagai pemain lama di sektor database dan komputasi awan, menjadi kunci dalam kesepakatan ini, dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar AS lainnya.
Baca Juga :
Peran Oracle melampaui sekadar investasi finansial. Mereka menyediakan infrastruktur cloud yang vital. Mereka akan menjadi pihak ketiga tepercaya yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kode sumber dan data pengguna TikTok AS tidak dapat dimanipulasi atau diakses dari China.
Keputusan Donald Trump untuk mendukung Oracle dalam proses ini memang tidak terlepas dari hubungan pribadi Larry Ellison dan kepentingan politik saat itu. Trump secara eksplisit menyatakan bahwa ia ingin melihat perusahaan AS mengambil kendali, dan Oracle dianggap sebagai solusi yang memenuhi persyaratan politik sekaligus teknis.
Proyek besar ini tidak hanya mencakup penyimpanan data, tetapi juga pengawasan algoritma. Oracle akan memiliki akses untuk memeriksa kode algoritma TikTok untuk memastikan tidak ada "pintu belakang" (backdoor) yang memungkinkan transfer data sensitif ke luar AS. Ini adalah detail teknis yang menjamin keamanan nasional, yang merupakan pilar utama dari Penjualan TikTok ke AS ini.