Kini, chip yang sedikit dimodifikasi atau "dide-tuned" (dimodifikasi agar kinerjanya sedikit di bawah ambang batas yang dilarang) diizinkan untuk dijual secara massal. Ini memungkinkan perusahaan AS untuk memasukkan produk mereka ke pasar China, meskipun chip tersebut tidak memiliki daya penuh seperti versi yang dijual di Barat.
Baca Juga :
2. Izin Khusus untuk Produk Warisan (Legacy Products)
Banyak perusahaan AS telah mendapatkan izin khusus, yang disebut “grandfathering”, untuk terus memasok chip generasi lama (legacy products) kepada klien China. Ini termasuk chip yang digunakan dalam peralatan non-militer atau konsumen sehari-hari.
Relaksasi ini memastikan bahwa rantai pasok global tidak lumpuh total. Bagi China, ini berarti mereka dapat mengamankan pasokan chip yang sangat dibutuhkan untuk sektor otomotif dan peralatan rumah tangga pintar, yang selama ini tertekan oleh pembatasan.
3. Fokus pada Perolehan Pendapatan Domestik AS
Kebijakan Chip Trump Terbaru tampaknya semakin mengedepankan kepentingan ekonomi domestik. Dengan memperbolehkan penjualan chip yang dimodifikasi, pemerintah AS secara tidak langsung memastikan bahwa raksasa teknologi AS tidak kehilangan pangsa pasar China sepenuhnya kepada kompetitor dari negara lain, seperti Korea Selatan atau Taiwan.
Baca Juga :
Perusahaan seperti Intel dan Qualcomm sangat diuntungkan dari pergeseran ini, karena mereka dapat segera mengaktifkan kembali jalur pendapatan bernilai miliaran dolar dari China.
4. Pembelian Chip Amerika untuk Kebutuhan Konsumen Massal
China tidak hanya tertarik pada chip AI canggih. Data menunjukkan bahwa kini fokus pembelian China adalah pada chip yang ditujukan untuk sektor konsumen massal dan infrastruktur telekomunikasi 5G. Dengan adanya sedikit pelonggaran, China kini siap memborong chip dalam volume besar untuk memenuhi permintaan domestik yang melonjak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan strategis AS masih membatasi akses AI, kebutuhan pasar China terhadap komponen elektronik dasar telah memaksa adanya kompromi kebijakan.
Baca Juga :
5. China Mengambil Posisi "Siap Borong" dengan Cepat
Reaksi China terhadap kebijakan baru ini sangat cepat. Perusahaan-perusahaan China yang sebelumnya menimbun chip karena takut kekurangan pasokan, kini mulai memesan kembali dalam jumlah besar. Mereka memanfaatkan peluang ini sebelum aturan sewaktu-waktu kembali diperketat.
Kondisi ini menciptakan lonjakan permintaan yang segera menguntungkan produsen chip Amerika, sekaligus memastikan bahwa suplai semikonduktor di China tetap stabil, setidaknya dalam jangka pendek.
Implikasi Global dan Risiko Jangka Panjang
Perubahan dalam Perang Dagang Chip AS China ini membawa implikasi besar tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi rantai pasok semikonduktor global.
Baca Juga :
Di satu sisi, relaksasi ini membantu menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan chip. Di sisi lain, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas jangka panjang kebijakan pembatasan AS.
Beberapa analis berpendapat bahwa pelonggaran ini hanyalah taktik sementara untuk mendanai riset dan pengembangan teknologi chip AS melalui penjualan ke China, sebelum AS benar-benar mampu mencapai swasembada total.