Berikut adalah beberapa perusahaan Indonesia (atau yang beroperasi sangat masif di Indonesia) yang terdampak langsung oleh restrukturisasi portofolio SoftBank:
- GoTo (Gojek Tokopedia): Salah satu investasi terbesar SoftBank di Asia Tenggara. Sebelum merger, Tokopedia menerima suntikan dana signifikan dari SVF. Setelah menjadi GoTo, SoftBank tetap menjadi pemegang saham utama. Fluktuasi harga saham GoTo di bursa tentu akan sensitif terhadap pergerakan investor institusional raksasa ini.
- Grab: Sebagai raksasa superapp di Asia Tenggara, Grab adalah salah satu penerima awal dana besar dari SVF. Meskipun bermarkas di Singapura, operasional Grab di Indonesia sangat krusial. Pelepasan saham SoftBank di Grab dapat menambah tekanan likuiditas di pasar, meskipun dampak operasional harian mungkin tidak langsung terasa.
- Tokopedia (Sebelum Merger): Sebelum bergabung dengan Gojek, Tokopedia adalah portofolio SoftBank yang sangat sukses. SoftBank mengucurkan dana besar untuk melawan kompetitor di pasar e-commerce. Sebagian besar modal awal yang memungkinkan Tokopedia menjadi platform dominan berasal dari SVF.
- OYO Hotels & Homes: Meskipun bukan perusahaan asli Indonesia, OYO memiliki jejak operasi yang besar di sektor perhotelan dan akomodasi Indonesia. OYO menerima dana dari SVF, dan kinerja perusahaan ini, yang juga sedang berjuang mencapai profitabilitas, akan dipantau ketat di tengah upaya SoftBank mengamankan dana tunai.
- Ruangguru dan Startup Lainnya: Selain Decacorn, SVF juga memiliki investasi di beberapa startup tahap awal hingga menengah di berbagai sektor, termasuk edutech seperti Ruangguru (meskipun pendanaan Ruangguru lebih didominasi oleh SoftBank Group International, bukan SVF secara eksklusif, namun mereka berada dalam payung SoftBank yang sama).
Kunci Keberhasilan Investasi SoftBank Vision Fund Indonesia
Investasi SoftBank Vision Fund Indonesia menunjukkan dua hal: potensi pasar Indonesia yang tak terbatas, dan kemampuan SoftBank untuk bertaruh pada pemenang. Meskipun kini sedang dalam mode 'jual', suntikan dana awal tersebut telah berhasil menciptakan lapangan kerja dan memajukan infrastruktur digital nasional.
Baca Juga :
Salah satu poin penting yang perlu diingat adalah bahwa investasi awal SVF bersifat jangka panjang. Walau ada tekanan jual, fundamental perusahaan teknologi raksasa seperti GoTo dan Grab telah jauh lebih kuat dan memiliki basis pengguna yang loyal.
Nasib Investor Perusahaan Indonesia Pasca Jual Obral Saham
Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana nasib para Investor Perusahaan Indonesia, baik institusional maupun ritel, setelah SoftBank mulai menjual asetnya? Biasanya, penjualan saham dalam jumlah besar oleh investor besar dapat menciptakan volatilitas harga jangka pendek.
Namun, dalam konteks perusahaan publicly listed seperti GoTo, tekanan jual ini juga bisa diimbangi oleh minat beli dari investor institusi lain yang melihat peluang valuasi yang lebih menarik. Pasar Indonesia saat ini cukup likuid dan memiliki basis investor yang matang.