Terungkap! Fenomena Rotasi Inti Bumi sempat berhenti dan berputar terbalik. Apakah ini berbahaya? Simak 5 fakta ilmiah Dampak Perputaran Inti Bumi terbaru yang wajib Anda tahu.
Berbicara tentang planet tempat kita tinggal, Bumi, seringkali kita berfokus pada apa yang terjadi di permukaan. Namun, aktivitas di bawah kaki kita—jauh di kedalaman Bumi—ternyata menyimpan misteri yang jauh lebih dinamis dan mengejutkan daripada yang kita bayangkan. Baru-baru ini, sebuah studi revolusioner telah mengguncang komunitas ilmiah dengan temuan yang sangat menarik: inti padat di pusat Bumi ternyata pernah menghentikan rotasinya dan kemudian mulai berputar ke arah yang berlawanan.
Fenomena ini bukan hanya sekadar catatan ilmiah biasa. Ini adalah penemuan yang memiliki implikasi besar terhadap pemahaman kita mengenai dinamika interior planet, mulai dari medan magnet hingga potensi perubahan panjang hari di permukaan Bumi.
Baca Juga :
Mengapa Rotasi Inti Bumi Jadi Sorotan Dunia?
Inti Bumi adalah bola padat yang berukuran sekitar sepertiga diameter Bulan dan sebagian besar terdiri dari besi dan nikel. Inti padat ini dikelilingi oleh inti luar cair yang sangat panas. Gesekan antara inti padat dan inti luar cair inilah yang bertanggung jawab menciptakan medan magnet Bumi. Rotasi inti dalam yang padat ini tidak selalu sinkron dengan rotasi permukaan Bumi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh tim ilmuwan dari Universitas Peking, China, yang dipimpin oleh seismolog Yi Yang dan Xiaodong Song, perputaran inti ini jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya. Data seismik—gelombang kejut dari gempa bumi—yang mereka analisis selama beberapa dekade menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam perilaku rotasi inti terdalam.
Fenomena Rotasi Inti Bumi yang sempat berhenti ini pertama kali terdeteksi sekitar tahun 2009. Meskipun studi sebelumnya menunjukkan bahwa inti berputar sedikit lebih cepat daripada permukaan, studi terbaru ini mengungkap adanya pergeseran dramatis.
Baca Juga :
Para ilmuwan mengibaratkan inti Bumi sebagai bandul yang berayun. Rotasi bandul tersebut berhenti pada satu titik, sebelum kemudian memulai putaran baru ke arah sebaliknya. Siklus lengkap dari satu arah putaran ke arah yang berlawanan diperkirakan terjadi dalam rentang waktu beberapa dekade.
Bagaimana Ilmuwan Mendeteksi Fenomena Rotasi Inti Bumi?
Mengingat inti Bumi berada ribuan kilometer di bawah permukaan, mustahil untuk mengukurnya secara langsung. Ilmuwan bergantung sepenuhnya pada seismologi. Mereka menganalisis waktu tempuh gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi saat gelombang tersebut melewati interior Bumi, termasuk inti dalam.
Dengan membandingkan pola gelombang seismik dari tahun 1960-an hingga saat ini, para peneliti dapat melihat bagaimana gelombang tersebut dipercepat atau diperlambat saat melewati inti. Perubahan kecepatan ini merupakan indikasi pergerakan relatif antara inti dalam dan permukaan Bumi.