Selama 2 abad, fenomena suara ledakan langit menjadi misteri. Mengapa dentuman keras ini terjadi? Simak 5 penyebab dentuman misterius menurut ilmuwan terbaru!
Dalam kurun waktu dua abad terakhir, laporan mengenai dentuman atau ledakan misterius yang terdengar dari arah langit telah menjadi subjek ketakutan dan spekulasi di berbagai penjuru dunia. Dentuman ini seringkali sangat kuat, bahkan mampu mengguncang jendela dan pintu rumah, memicu kekhawatiran publik.
Seringkali, suara ledakan ini secara otomatis dikaitkan dengan aktivitas geologis ekstrem, seperti gempa bumi yang akan datang. Sejarah mencatat, dentuman serupa pernah terdengar saat peristiwa gempa New Madrid pada tahun 1811-1812 di Amerika Serikat, serta insiden di dekat Danau Seneca, New York, pada Januari 2020.
Baca Juga :
Namun, jika Anda termasuk yang pernah cemas mendengar suara keras tak teridentifikasi, ada kabar baik sekaligus kejutan ilmiah. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of North Carolina (UNC) menunjukkan bahwa fenomena suara ledakan langit ini kemungkinan besar sama sekali tidak disebabkan oleh aktivitas seismik atau gempa bumi.
Lalu, jika bukan gempa, apa yang sebenarnya menciptakan suara menggelegar ini? Dunia sains kini punya jawaban yang lebih logis, didukung oleh data seismo-akustik global.
Fenomena Suara Ledakan Langit: Riwayat dan Mitos
Laporan tentang dentuman misterius yang dikenal dengan istilah ‘Skyquakes’ atau ‘Bloop’ ini bukan hanya isapan jempol. Sejak abad ke-19, banyak catatan yang mendokumentasikan suara keras yang tiba-tiba muncul tanpa sumber visual yang jelas, seringkali terjadi di wilayah pesisir atau dekat danau besar.
Baca Juga :
Karena sifatnya yang mendadak, menakutkan, dan sulit dijelaskan, fenomena suara ledakan langit ini telah melahirkan berbagai mitos populer. Mulai dari spekulasi tentang percobaan senjata rahasia militer di bawah tanah atau di udara, hingga teori yang lebih ekstrem seperti aktivitas UFO atau bahkan pertanda hari kiamat.
Publik cenderung menghubungkan dentuman dengan getaran tanah karena pengalaman historis, padahal ini adalah bias observasi. Tim ilmuwan dari UNC memutuskan untuk menganalisis fenomena ini lebih dalam menggunakan data dari EarthScope Transportable Array, jaringan sensor yang sangat sensitif.
Penelitian terbaru mengonfirmasi bahwa walaupun dentuman itu nyata dan keras, sumbernya bukanlah dari patahan kerak bumi.
Baca Juga :
Mengapa Dentuman Ini Bukan Gempa Bumi? (Analisis Ilmiah)
Untuk memisahkan fakta dari fiksi, para ilmuwan menggunakan data seismo-akustik—penggabungan informasi dari gelombang seismik (yang bergerak melalui bumi) dan gelombang akustik (suara yang bergerak melalui udara).
Apabila dentuman misterius tersebut berasal dari gempa bumi, seharusnya sensor seismik mendeteksi gelombang primer (P) dan sekunder (S) yang terjadi bersamaan dengan gelombang suara yang menjalar ke udara. Penelitian terhadap laporan dentuman pada 2013 hingga 2020 menunjukkan pola yang berbeda.