Kehebatan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS bahkan telah diakui secara resmi melalui catatan rekor MURI. SUV ini berhasil menempuh jarak sejauh 1.660 kilometer hanya dalam satu kali pengisian penuh baterai dan bensin. Efisiensi motor listriknya tercatat sebesar 5,22 km/kWh dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 23,7 km/liter. Angka ini membuktikan bahwa kendaraan berukuran besar tidak selalu harus boros energi jika didukung oleh sistem manajemen daya yang tepat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi hybrid generasi kelima yang memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen. Efisiensi termal yang tinggi berarti mesin mampu mengubah energi panas dari pembakaran menjadi energi gerak secara lebih maksimal, sehingga meminimalisir energi yang terbuang sia-sia. Sistem ini secara cerdas mengatur kapan mesin bensin harus bekerja dan kapan motor listrik mengambil alih beban kerja kendaraan.
Baca Juga :
Inovasi Transmisi DHT untuk Performa Optimal
Dalam mendukung Teknologi Super Hybrid System, Jaecoo menyematkan sistem transmisi yang berbeda pada kedua model tersebut untuk karakter berkendara yang spesifik. Jaecoo J7 SHS-P menggunakan mesin 1.5T yang dipadukan dengan transmisi 1-speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Sistem ini dirancang untuk kesederhanaan dan keandalan, memberikan penyaluran tenaga yang halus saat transisi antara mode listrik dan bensin.
Di sisi lain, Jaecoo J8 SHS-P ARDIS hadir dengan mesin 1.5TGDI yang lebih bertenaga dan transmisi 3-speed DHT. Penggunaan tiga percepatan pada sistem hybrid memungkinkan kendaraan memiliki respons performa yang lebih baik, terutama saat membutuhkan akselerasi instan atau saat melewati medan tanjakan yang terjal. Transmisi ini memastikan mesin selalu berada pada rentang putaran paling efisien dalam setiap kecepatan.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menegaskan bahwa rancangan ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan antara gaya hidup modern dan tanggung jawab lingkungan. Menurutnya, J7 dan J8 dirancang untuk menghadirkan efisiensi energi sekaligus performa tangguh untuk perjalanan jarak jauh. Kehadiran Teknologi Super Hybrid System memberikan kebebasan bagi pemiliknya untuk menikmati kenyamanan berkendara tanpa dihantui rasa cemas akan biaya operasional yang membengkak.
Baca Juga :
Strategi Jaecoo di pasar Indonesia tampaknya sangat fokus pada edukasi mengenai total cost of ownership (TCO). Dengan memaparkan data simulasi biaya yang transparan, konsumen menjadi lebih mudah memahami keuntungan jangka panjang dari investasi pada kendaraan hybrid. Hal ini sangat relevan mengingat masyarakat Indonesia semakin kritis dalam menghitung pengeluaran rutin bulanan, termasuk untuk urusan transportasi.
Secara keseluruhan, kehadiran model-model terbaru ini memberikan angin segar bagi industri otomotif nasional. Konsumen kini memiliki pilihan kendaraan yang tidak hanya prestisius dari segi tampilan, tetapi juga sangat cerdas dalam mengelola konsumsi energi. Keunggulan Teknologi Super Hybrid System diharapkan mampu mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.