Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Risiko Impor Pikap India: Pakar ITB Ingatkan Masalah Bahan Bakar
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Risiko Impor Pikap India: Pakar ITB Ingatkan Masalah Bahan Bakar

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 01 Mei 2026 - 07:55 WIB
Risiko Impor Pikap India: Pakar ITB Ingatkan Masalah Bahan Bakar

Risiko impor pikap India

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Risiko impor pikap India kini menjadi sorotan tajam setelah rencana pengadaan 105 ribu unit kendaraan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencuat ke publik. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait ketidaksiapan infrastruktur pendukung dan kecocokan teknis kendaraan tersebut dengan kondisi di tanah air. Pengadaan skala besar ini bertujuan untuk mendukung rantai pasok pangan, namun tanpa perhitungan matang, langkah ini justru bisa menjadi beban operasional yang berat.

Yannes menekankan bahwa persoalan mendasar terletak pada perbedaan standar emisi dan spesifikasi mesin antara negara produsen dan negara tujuan. Kendaraan niaga ringan produksi India saat ini mayoritas telah mengadopsi standar emisi BS-VI atau Bharat Stage 6. Standar ini setara dengan Euro 6 yang menuntut tingkat presisi komponen mesin sangat tinggi serta kualitas bahan bakar yang sangat murni agar sistem penyaringan emisinya tetap berfungsi optimal.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar di pelosok Indonesia. Saat ini, pemerintah tengah mendorong penggunaan Biodiesel B40 yang memiliki kandungan nabati cukup tinggi. Karakteristik B40 yang mengandung asam lemak dan kadar air tertentu dianggap tidak ramah bagi mesin-mesin canggih berstandar Euro 6. Jika dipaksakan tanpa modifikasi, risiko impor pikap India ini akan memicu kerusakan prematur pada sistem injeksi dan ruang bakar kendaraan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Risiko Impor Pikap India Terhadap Biaya Operasional

Dalam analisisnya, Yannes menyebutkan bahwa pengadaan ini bisa menjadi "bom waktu" bagi pengelola koperasi di daerah. Mesin India yang sangat presisi membutuhkan solar murni tanpa campuran yang berlebihan. Sementara itu, Biodiesel B40 Indonesia memiliki sifat detergen yang kuat dan cenderung mengikat air, yang jika masuk ke sistem Euro 6, akan menyebabkan penyumbatan pada filter solar dan kerusakan pada pompa bahan bakar tekanan tinggi.

Jika modifikasi mesin tidak dilakukan sejak awal sebelum unit didistribusikan, maka biaya perawatan akan melonjak drastis. Efisiensi yang diharapkan dari harga beli yang murah bisa hilang seketika. "Jika situasi ini benar-benar terjadi, maka efisiensi harga beli (CAPEX) yang dibanggakan Agrinas akan habis tertelan oleh tingginya biaya perawatan (OPEX)," tegas Yannes. Hal ini tentu akan mengganggu stabilitas keuangan koperasi yang seharusnya menjadi ujung tombak distribusi pangan.

Lebih lanjut, risiko impor pikap India juga mencakup aspek ketahanan komponen jangka panjang. Kendaraan yang dipaksa menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasinya akan mengalami penurunan performa (power loss) dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Bagi operasional di perdesaan dengan medan yang berat, penurunan performa ini akan sangat menghambat mobilitas logistik hasil tani dari desa ke kota.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Tantangan Layanan Purna Jual dan Suku Cadang

Selain masalah teknis mesin, ketersediaan jaringan bengkel resmi dan suku cadang menjadi variabel krusial yang tidak boleh diabaikan. Mendistribusikan 105 ribu unit kendaraan ke berbagai pelosok Indonesia membutuhkan dukungan layanan purna jual yang sangat masif. Tanpa adanya dealer yang merata, kendaraan yang mengalami kerusakan kecil sekalipun akan terbengkalai karena sulitnya mendapatkan suku cadang asli atau teknisi yang paham teknologi mesin tersebut.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved