Technonesia - Harga mobil listrik bekas di pasar otomotif Tanah Air menunjukkan tren penurunan yang sangat menarik bagi calon pembeli pada awal tahun 2026. Fenomena ini muncul seiring dengan membanjirnya unit kendaraan listrik (EV) di bursa mobil bekas serta meningkatnya adopsi masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan. Jika dahulu mobil listrik identik dengan harga mewah di atas Rp500 juta, kini konsumen memiliki pilihan yang jauh lebih akomodatif bagi kantong.
Peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan bebas emisi mendorong percepatan sirkulasi unit di pasar sekunder. Banyak pemilik pertama yang mulai melakukan tukar tambah (trade-in) ke model terbaru, sehingga stok unit lama mulai memenuhi diler-diler mobil bekas. Kondisi ini tentu menguntungkan bagi konsumen yang ingin mencicipi sensasi berkendara senyap tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk unit baru.
Penyebab Harga Mobil Listrik Bekas Turun Signifikan
Secara umum, penurunan harga mobil listrik bekas memang cenderung lebih cepat jika kita bandingkan dengan mobil bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE). Dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun pertama, depresiasi nilai kendaraan listrik bisa mencapai angka yang cukup besar. Hal ini memberikan celah bagi pembeli untuk mendapatkan unit berkualitas dengan harga yang sangat kompetitif.
Faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga di pasar adalah kondisi kesehatan baterai atau State of Health (SoH). Karena baterai merupakan komponen termahal dalam sebuah EV, calon pembeli biasanya sangat selektif dalam menawar. Selain itu, jarak tempuh (odometer) dan masa sisa garansi dari pabrikan juga menjadi variabel penentu apakah sebuah unit layak mendapat harga tinggi atau justru jatuh di bawah rata-rata pasar.
Daftar Harga Mobil Listrik Bekas Rp100 Jutaan
Memasuki periode Maret 2026, terdapat beberapa model yang mendominasi segmen harga terjangkau. Berikut adalah rincian unit yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Wuling Air EV
Model ini tetap menjadi primadona dan penguasa jalanan untuk kategori mobil listrik kompak. Di pasar sekunder, Anda bisa menemukan harga mobil listrik bekas tipe Air EV mulai dari kisaran Rp100 juta hingga Rp170 jutaan. Harga ini sangat bergantung pada tipe, apakah itu Standard Range atau Long Range, serta kondisi fisik kendaraan secara keseluruhan.
2. DFSK Gelora E
Bagi pelaku usaha yang mencari kendaraan operasional bebas ganjil-genap, DFSK Gelora E varian Blind Van atau Minibus adalah opsi terbaik. Unit bekasnya kini beredar di angka Rp100 juta sampai Rp200 jutaan. Kendaraan ini menawarkan ruang kargo yang luas dan biaya operasional yang sangat rendah untuk keperluan logistik perkotaan.
3. Nissan Leaf (Generasi Lama)
Meskipun populasinya tidak sebanyak merek Tiongkok, Nissan Leaf generasi awal mulai muncul di bursa mobil bekas dengan harga yang mengejutkan. Beberapa unit terpantau menyentuh angka Rp100 jutaan. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, kenyamanan khas mobil Jepang dan fitur keselamatan yang lengkap tetap menjadi nilai jual utama bagi peminat setianya.