Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 12:10 WIB
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua

Operasi Ketupat 2026 berakhir

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Operasi Ketupat 2026 berakhir secara resmi setelah berlangsung selama 13 hari penuh untuk mengamankan pergerakan jutaan pemudik di seluruh penjuru Indonesia. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menghentikan operasi tahunan ini tepat pada Rabu (25/3/2026) pukul 24.00 WIB. Meski durasi penugasan khusus ini telah usai, petugas di lapangan tetap bersiaga untuk memastikan kelancaran lalu lintas pasca-Lebaran.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengonfirmasi penutupan agenda pengamanan ini di Semarang. Langkah penghentian operasi ini merujuk pada Telegram Rahasia (TR) yang diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena kehadiran polisi di jalur-jalur krusial tetap terjaga melalui skema baru.

Pihak kepolisian segera bertransisi ke fase Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengisi kekosongan setelah Operasi Ketupat 2026 berakhir. Fokus utama saat ini adalah mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik. Petugas memprediksi puncak kepadatan susulan akan terjadi pada akhir pekan ini, tepatnya antara tanggal 28 hingga 29 Maret 2026.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Strategi Pengamanan Setelah Operasi Ketupat 2026 Berakhir

Polri tidak serta-merta menarik seluruh personel dari pos pengamanan. Melalui mekanisme KRYD, anggota kepolisian tetap memantau titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang telah terbangun dengan baik selama masa mudik Lebaran kemarin. Polisi melihat adanya kecenderungan sebagian pemudik yang menunda kepulangan hingga mendekati awal bulan April.

Selama periode pengamanan yang baru saja selesai, tercatat volume kendaraan mencapai angka yang sangat signifikan. Puncak arus mudik tahun ini memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah transportasi Indonesia. Sebanyak 270.315 unit kendaraan melintasi jalur utama, yang menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada tahun 2026 ini.

Data internal Korlantas mencatat kenaikan volume kendaraan sebesar 4,62 persen jika membandingkannya dengan tahun 2025. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu jumlah kendaraan yang tercatat hanya menyentuh angka 258.512 unit. Walaupun Operasi Ketupat 2026 berakhir dengan beban volume yang lebih berat, manajemen arus lalu lintas terbukti jauh lebih efektif dan terukur.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Presisi

Salah satu faktor kunci yang membuat arus mudik dan balik tetap terkendali adalah penerapan rekayasa lalu lintas yang dinamis. Polri menerapkan sistem satu arah atau one way yang terbagi dalam beberapa kategori. Mulai dari one way skala nasional yang membentang di jalur tol trans-Jawa, hingga one way lokal yang bersifat situasional untuk mengurai kemacetan di titik-titik tertentu.

"Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter untuk melakukan one way nasional maupun one way lokal presisi, terbukti mampu memecah arus. Kita bisa mengelola kepadatan dengan baik sehingga fase kritis arus mudik dapat kita lewati tanpa kendala berarti," jelas Agus Suryonugroho saat memberikan keterangan kepada media.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved