Buckberg menjelaskan bahwa lonjakan harga yang bertahan selama tiga bulan atau lebih akan mendorong orang-orang yang awalnya tidak berencana membeli mobil baru untuk segera mencari alternatif listrik. Pengalaman fluktuasi harga yang berulang dalam lima tahun terakhir telah membuat masyarakat jauh lebih peka terhadap risiko finansial dari kendaraan konvensional.
Ketergantungan pada minyak mentah dari Timur Tengah memang menjadi titik lemah banyak negara. Penutupan atau pembatasan di Selat Hormuz oleh Iran dapat menyumbat jalur utama peredaran minyak dunia. Hal inilah yang memicu kekhawatiran kolektif akan terjadinya krisis energi yang berkepanjangan di seluruh belahan dunia, termasuk negara-negara berkembang.
Baca Juga :
Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Krisis Global
Indonesia tidak luput dari ancaman krisis energi akibat konflik geopolitik ini. Saat ini, cadangan operasional minyak mentah nasional dilaporkan hanya mampu bertahan untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih 25 hari. Angka ini menunjukkan betapa rentannya ketahanan energi domestik jika terjadi gangguan pasokan dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat untuk memitigasi risiko tersebut dengan mencari sumber impor alternatif. Diversifikasi negara pemasok minyak mentah menjadi langkah krusial untuk menutupi potensi kekosongan pasokan. Langkah ini diambil agar aktivitas ekonomi nasional tidak lumpuh akibat kelangkaan bahan bakar di SPBU.
Di sisi lain, percepatan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri terus digenjot melalui berbagai kebijakan strategis. Pemerintah berupaya mengurangi beban subsidi BBM yang membengkak dengan mendorong masyarakat untuk segera beralih ke mobil listrik. Dengan infrastruktur pengisian daya (SPKLU) yang semakin merata, diharapkan ketergantungan pada energi fosil dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga :
Memilih kendaraan listrik saat ini bukan lagi sekadar menjaga lingkungan, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas ekonomi global yang tidak menentu. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dan perawatan yang lebih sederhana, kendaraan listrik menawarkan stabilitas finansial bagi keluarga di tengah badai kenaikan harga energi dunia.