Sistem keselamatan ini bekerja secara sinergis untuk membantu pengemudi menghindari potensi kecelakaan dan mengurangi dampak tabrakan. Fitur-fitur keselamatan aktif yang terintegrasi pada SUV listrik ini mencakup:
- Adaptive Cruise Control (ACC) dengan Stop & Go: Memungkinkan kendaraan menjaga jarak aman secara otomatis dari kendaraan di depan, bahkan dapat berhenti total dan melanjutkan perjalanan secara mandiri dalam kondisi lalu lintas padat.
- Automatic Emergency Braking (AEB): Sistem pengereman darurat otomatis yang mendeteksi potensi tabrakan dan mengaktifkan rem jika pengemudi tidak merespons tepat waktu.
- Lane Departure Warning (LDW) dan Lane Keeping Assist (LKA): Fitur yang memberikan peringatan jika kendaraan mulai keluar dari jalur tanpa disengaja, serta membantu mengarahkan kemudi kembali ke jalur yang benar.
- Rear Cross Traffic Brake (RCTB): Mendukung keamanan saat mundur keluar dari tempat parkir dengan memberikan peringatan dan, jika perlu, melakukan pengereman otomatis jika mendeteksi kendaraan yang mendekat dari samping belakang.
- Blind Spot Detection (BSD): Memberikan peringatan visual atau audio saat ada kendaraan di area titik buta pengemudi.
Kombinasi fitur-fitur ADAS ini menjadikan BYD Atto 3 Advanced Plus sebagai salah satu SUV listrik paling aman di kelasnya, memberikan ketenangan pikiran bagi pengemudi dan penumpang.
Baca Juga :
Dampak dan Ekspansi BYD di Pasar Otomotif Indonesia
Peluncuran BYD Atto 3 Advanced Plus di IIMS 2026 merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang BYD untuk mendominasi pasar kendaraan listrik Asia Tenggara. Kehadiran varian baru ini didukung oleh infrastruktur dan investasi besar yang telah dilakukan produsen asal China ini di Indonesia.
Secara historis, kinerja penjualan BYD di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, BYD mencatatkan distribusi wholesales sebesar 46.711 unit, sementara penjualan ritelnya mencapai 44.342 unit pada periode yang sama. Angka-angka ini menunjukkan penerimaan pasar yang kuat terhadap lini produk BYD, termasuk model-model seperti BYD Dolphin dan BYD Seal.
Untuk mendukung pertumbuhan permintaan yang pesat ini, BYD tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi besar di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Pabrik ini merupakan bukti komitmen investasi jangka panjang BYD di Indonesia.
Baca Juga :
Detail fasilitas pabrik BYD di Subang:
- Lokasi: Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
- Luas Lahan: 108 hektare.
- Kapasitas Produksi: Mencapai 150.000 unit per tahun.
- Nilai Investasi: Diperkirakan sekitar Rp11,7 triliun.
- Waktu Operasi: Dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal I/2026.
Dengan pabrik yang segera beroperasi, BYD akan mampu memenuhi permintaan domestik secara lebih efisien dan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor regional. Peluncuran varian BYD Atto 3 Advanced Plus yang diposisikan sebagai model volume diharapkan akan menjadi salah satu produk utama yang diproduksi di fasilitas Subang tersebut, memastikan ketersediaan unit yang stabil bagi konsumen Indonesia.