Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Duel Sengit Hypercar vs Supercar: Perbedaan Sangar yang Jarang Terungkap!
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Duel Sengit Hypercar vs Supercar: Perbedaan Sangar yang Jarang Terungkap!

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 06 September 2025 - 01:05 WIB
Duel Sengit Hypercar vs Supercar: Perbedaan Sangar yang Jarang Terungkap!

Perbedaan Hypercar vs Supercar

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1Thumb 2
Thumb 3
Thumb 4
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Temukan perbedaan hypercar vs supercar: kecepatan, teknologi, harga, hingga eksklusivitas mobil sport mewah dunia.

Di dunia otomotif, istilah supercar dan hypercar sering kali dipakai bergantian, padahal keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan. Meski sama-sama lekat dengan kecepatan ekstrem, desain futuristis, dan status eksklusif, sebenarnya hypercar dan supercar lahir dari filosofi yang berbeda.

Duel Sengit Hypercar vs Supercar

Artikel ini akan membedah tuntas perbedaan keduanya, lengkap dengan contoh mobil ikonik, teknologi yang digunakan, hingga kisaran harga yang membuat banyak orang geleng kepala.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Supercar: Simbol Prestise dan Gaya Hidup

Supercar McLaren Daniel Ricciardo Edition 720S (foto: CARBUZZ)

Sumber : Istimewa

Supercar sudah lama menjadi ikon otomotif mewah. Nama-nama besar seperti Ferrari, Lamborghini, hingga McLaren selalu identik dengan kategori ini. Ciri khas supercar adalah mesin besar—sering kali V8 atau V12—yang menghasilkan tenaga brutal. Ditambah lagi desain agresif yang seolah menegaskan, “ini mobil yang bukan untuk semua orang.”

Supercar lahir sebagai evolusi mobil sport. Mereka lebih cepat, lebih aerodinamis, sekaligus lebih nyaman dipakai di jalan raya. Tak heran jika banyak kolektor menjadikannya sebagai simbol prestise. Mengendarai Lamborghini Huracán atau Ferrari 488 GTB, misalnya, bukan hanya soal kecepatan, tapi juga gaya hidup.

Hypercar: Laboratorium Inovasi Berjalan

Hypercar Porsche 918 Spyder (foto: Porsche)

Sumber : Istimewa

Jika supercar adalah puncak performa, maka hypercar bisa disebut level dewa. Istilah ini mulai populer dalam dua dekade terakhir untuk menyebut mobil dengan performa yang nyaris tak masuk akal. Hypercar bukan hanya soal tenaga mesin besar, tapi juga teknologi futuristis yang bahkan sering mengungguli mobil balap Formula 1.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Contoh paling ikonik adalah trio hypercar awal 2010-an: Porsche 918 Spyder, McLaren P1, dan Ferrari LaFerrari. Ketiganya memadukan mesin bensin bertenaga ribuan hp dengan motor listrik yang memberi dorongan instan. Hasilnya? Akselerasi buas sekaligus kontribusi pada era mobilitas ramah lingkungan.

Teknologi Powertrain: Hybrid dan Listrik Penuh

Banyak hypercar modern sudah meninggalkan mesin konvensional. Mereka menggabungkan tenaga bensin dengan sistem hybrid atau bahkan full electric. Lihat saja Rimac Nevera, hypercar listrik asal Kroasia dengan output lebih dari 1.900 hp dan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 1,9 detik. Angka ini membuat banyak mobil balap pun terasa “lambat.”

Sementara itu, supercar masih didominasi mesin konvensional meski makin canggih. Lamborghini Huracán dengan V10 atau McLaren 720S dengan V8 twin-turbo tetap jadi andalan para pecinta adrenalin.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Material dan Aerodinamika

Perbedaan lain yang cukup kentara adalah material bodi. Hypercar biasanya dibuat dari serat karbon, titanium, atau material komposit canggih yang biasa dipakai di industri penerbangan. Tujuannya jelas: bobot lebih ringan, performa makin maksimal.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved