Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis di 2025 untuk Ekosistem Kendaraan Listrik
Advertisement
Sponsor SLOT 16

KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis di 2025 untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 03 September 2025 - 22:48 WIB
KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis di 2025 untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis di 2025

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1Thumb 2
Thumb 3
Advertisement
Sponsor SLOT 16

KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis bersama Voltron dan PLN untuk atasi charging anxiety EV dan dorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Adopsi kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2025, penetrasi mobil listrik nasional telah mencapai 10 persen, melonjak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Fenomena ini menegaskan bahwa pasar domestik semakin siap beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

KALISTA Perluas Jaringan SPKLU Strategis

Pertumbuhan ini sejalan dengan capaian industri otomotif Indonesia. Pada 2022, penjualan kendaraan menembus angka 1 juta unit, termasuk kendaraan komersial. Meski saat itu masih dalam fase pemulihan pascapandemi, industri otomotif berhasil tumbuh 18 persen. Fakta ini memperlihatkan daya tahan sekaligus daya saing kuat di sektor otomotif Tanah Air.

Namun, di balik optimisme tersebut, ada tantangan besar yang harus segera dijawab: keandalan infrastruktur pengisian daya. Tanpa jaringan SPKLU yang memadai, transisi menuju kendaraan listrik akan melambat.

Menghadapi Tantangan Charging Anxiety

Direktur Utama KALISTA Group, Albert Aulia Ilyas, menegaskan bahwa akselerasi kendaraan listrik tidak bisa hanya berhenti pada penjualan unit kendaraan. “Kita tidak bisa hanya bicara soal unit kendaraan. Harus bicara soal ekosistem,” ujarnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Menurut Albert, fenomena charging anxiety, atau rasa cemas pengendara terkait ketersediaan dan akses SPKLU, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke mobil listrik.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan hanya bisa tercapai bila seluruh komponen—mulai dari kendaraan, infrastruktur, teknologi, hingga sumber daya manusia—bekerja secara harmonis. Inilah alasan mengapa KALISTA sejak awal tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga mengembangkan jaringan charger strategis.

SPKLU sebagai Jantung Ekosistem EV

SPKLU sebagai Jantung Ekosistem EV (foto: oto.com)

Sumber : Istimewa

Dalam konteks kendaraan listrik komersial, downtime akibat baterai habis dapat menyebabkan kerugian operasional. Misalnya, kendaraan logistik yang harus menunggu berjam-jam untuk pengisian daya tentu mengurangi efisiensi dan profitabilitas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

KALISTA merespons kebutuhan ini dengan membangun SPKLU sesuai kebutuhan operasional pelanggan. Untuk transportasi publik, charger berdaya 100–200 kW biasanya dipasang di depo agar bisa melayani banyak armada sekaligus. Sementara untuk masyarakat umum, KALISTA bersama Voltron menghadirkan SPKLU publik dengan berbagai tipe, mulai dari ultra fast charger 60–100 kW di rest area hingga slow charger 22 kW di pusat perbelanjaan dan restoran.

Hingga pertengahan 2025, KALISTA telah mengoperasikan 216 charger aktif di 115 titik strategis di seluruh Indonesia.

Studi Kasus: Medan dan Tol TransJawa

Medan menjadi salah satu kota kunci pengembangan ekosistem EV. KALISTA menjalin kerja sama pembiayaan hijau senilai Rp210 miliar dengan Bank Mandiri untuk menghadirkan SPKLU dan armada listrik.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved