Di pasar global, kehadiran iPhone lipat ini tentu akan langsung berhadapan dengan dominasi Samsung Galaxy Z Fold series. Keunggulan ekosistem iOS yang matang serta integrasi mulus dengan iPadOS diprediksi akan menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak oleh para loyalis Apple.
Baca Juga :
Layar Tanpa Lipatan dan Performa Monster
Untuk sektor visual, iPhone Ultra kabarnya membawa layar luar berukuran 5,3 hingga 5,5 inci, serta layar utama lipat berukuran 7,8 inci. Apple berfokus menggunakan teknologi panel khusus untuk menghasilkan layar yang hampir tanpa bekas lipatan (near-creaseless). Teknologi ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan desain iPhone lipat Apple agar dapat memberikan pengalaman visual terbaik.
Dari segi dapur pacu, perangkat premium ini dirumorkan akan ditenagai oleh chipset generasi terbaru A20 Pro dengan fabrikasi 2nm yang sangat efisien. Performa tangguh tersebut akan disokong oleh RAM sebesar 12GB untuk mendukung aktivitas multitasking yang berat. Apple juga menyematkan baterai berkapasitas besar antara 5.000mAh hingga 5.800mAh dengan dukungan pengisian daya cepat di atas 30W.
Ada juga spekulasi mengenai hilangnya fitur Face ID demi menghemat ruang komponen internal yang sangat terbatas. Sebagai gantinya, Apple kemungkinan akan mengintegrasikan sensor sidik jari Touch ID pada tombol daya di sisi samping perangkat. Selain itu, sistem magnetik MagSafe kabarnya akan dipindahkan ke aksesori casing luar untuk menjaga bodi ponsel tetap tipis.
Baca Juga :
Meski belum ada konfirmasi resmi, perangkat mewah ini diprediksi akan meluncur bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro pada paruh kedua tahun 2026. Harganya diperkirakan menyentuh angka USD2.000 hingga USD2.300, atau sekitar Rp35,6 juta hingga Rp41 juta. Kehadiran desain iPhone lipat Apple ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar ponsel premium secara global.