Kemajuan Driver dan Stabilitas Sistem
Meskipun performa gaming aktualnya masih mengecewakan, GPU gaming buatan China ini layak mendapat apresiasi tinggi dari sisi stabilitas sistem. Penguji melaporkan bahwa sebagian besar game modern dapat terbuka dan berjalan lancar tanpa mengalami crash atau mati mendadak. Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan debut kompetitor lokalnya, Moore Threads MTT S80, yang membutuhkan waktu sangat lama dan puluhan pembaruan driver agar bisa digunakan dengan normal.
Namun, sisi perangkat lunak Lisuan LX 7G100 masih tergolong sangat primitif dan minim fitur penting. Tampilan panel kontrol driver bawaannya sangat sederhana, stabilitas ketika pengguna melakukan overclocking tidak konsisten, serta fitur pemantauan suhu dan beban kerja kartu grafis sangat terbatas. Lebih parah lagi, kartu grafis generasi pertama ini sama sekali belum mendukung teknologi ray tracing di tingkat perangkat keras.
Baca Juga :
Lisuan Technology sendiri mengakui keterbatasan tersebut dan berjanji akan menghadirkan fitur akselerasi ray tracing pada kartu grafis generasi kedua mereka mendatang. Bagi para gamer yang mengutamakan efek visual realistis, absennya fitur ini tentu menjadi pertimbangan besar sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut.
Secara keseluruhan, kehadiran LX 7G100 menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian industri semikonduktor dalam negeri mereka. Meskipun lompatannya sangat jauh jika dibandingkan dengan purwarupa tahun lalu yang setara GTX 660 Ti, produk ini belum siap bersaing secara komersial di kancah global. Konsumen tentu akan lebih memilih kartu grafis mapan dibanding membeli GPU gaming buatan China yang harganya terlampau mahal namun memiliki performa yang belum optimal ini.