GPU gaming buatan China kini menunjukkan taringnya lewat peluncuran versi ritel kartu grafis terbaru dari Lisuan Technology, yaitu LX 7G100. Langkah ini menjadi bukti nyata ambisi Negeri Tirai Bambu untuk lepas dari ketergantungan teknologi Barat, terutama Nvidia dan AMD. Namun, meski membawa peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding versi purwarupa terdahulu, produk ini menghadapi tantangan besar di pasar global.
Ketegangan geopolitik dan sanksi perdagangan Amerika Serikat memaksa industri teknologi China memutar otak. Mereka harus memproduksi perangkat keras secara mandiri dari nol, termasuk arsitektur, driver, hingga ekosistem software. Kehadiran GPU gaming buatan China ini mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan kapasitas memori besar demi menarik minat para gamer lokal.
Spesifikasi dan Harga GPU Gaming Buatan China LX 7G100
Secara spesifikasi, kartu grafis ini sebenarnya menawarkan konfigurasi yang modern dan menjanjikan di atas kertas. Pengguna akan mendapatkan memori sebesar 12GB GDDR6 serta dukungan penuh untuk API modern seperti DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0. Lisuan juga menyematkan empat port DisplayPort 1.4a yang mampu menyalurkan visual berkualitas tinggi hingga resolusi HDR 8K pada kecepatan 60Hz.
Baca Juga :
Namun, banderol harga perangkat ini menjadi ganjalan utama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi biaya. Lisuan melepas kartu grafis ini ke pasar dengan harga sekitar 3.300 Yuan atau setara dengan USD 480 (sekitar Rp 7,6 jutaan). Angka tersebut langsung menyejajarkannya dengan Nvidia RTX 5060 Ti, sebuah kartu grafis kelas menengah yang jauh lebih matang secara ekosistem dan performa.
Uji Performa Nyata: Stabil Tapi Loyo di Game Berat
Berdasarkan ulasan mendalam dari platform video BiliBili, performa GPU gaming buatan China ini menunjukkan hasil yang kontradiktif antara pengujian sintetis dan dunia nyata. Pada pengujian sintetis menggunakan software benchmark 3DMark, LX 7G100 mampu menyamai atau bahkan sedikit melampaui kartu grafis legendaris Nvidia RTX 3060. Sayangnya, cerita manis itu langsung sirna saat penguji menggunakannya untuk menjalankan game modern yang menuntut grafis tinggi.
Saat menjalankan game populer Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan bantuan FSR3 Quality, kartu grafis ini hanya mencatat rata-rata 88 FPS. Angka ini tertinggal sangat jauh dari Nvidia RTX 4060 yang menembus 232 FPS dan Intel Arc B580 di angka 243 FPS. Sementara itu, game aksi populer Black Myth: Wukong hanya sanggup menyentuh angka 56 FPS.
Baca Juga :
Bahkan, game balap populer Forza Horizon 5 terpaksa merangkak di angka 48 FPS. Catatan buruk ini terjadi meskipun penguji sudah menurunkan setelan grafis ke tingkat paling rendah (Low preset). Hal ini menunjukkan bahwa optimasi driver untuk game-game populer masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pabrikan lokal tersebut.