Tren iPod kembali populer di tahun 2026 mengejutkan banyak pihak, mengingat Apple telah resmi menghentikan produksi perangkat ini sejak 2022 silam. Meski teknologi smartphone sudah sangat canggih, nyatanya pemutar musik ikonik ini justru kembali menjadi incaran utama di pasar barang bekas. Fenomena ini muncul sebagai bentuk kerinduan masyarakat terhadap perangkat yang memiliki fungsi spesifik dan sederhana.
Generasi Z menjadi penggerak utama di balik bangkitnya perangkat retro ini. Mereka mulai meninggalkan ketergantungan pada smartphone yang penuh dengan gangguan notifikasi. iPod menawarkan pelarian instan bagi mereka yang ingin menikmati melodi tanpa interupsi dari pesan singkat, email pekerjaan, atau godaan media sosial yang tiada habisnya.
Secara historis, iPod merupakan perangkat revolusioner yang pertama kali menyapa dunia pada tahun 2001 di bawah kepemimpinan Steve Jobs. Perangkat ini mengubah cara manusia mengonsumsi musik dengan jargon terkenalnya, "seribu lagu dalam saku Anda". Selama dua dekade, berbagai varian seperti iPod Classic yang menggunakan click wheel hingga iPod Touch yang mirip iPhone telah menemani jutaan pecinta musik di seluruh dunia.
Baca Juga :
Mengapa Tren iPod Kembali Populer di Era Digital?
Ada beberapa faktor mendasar yang menjelaskan mengapa tren iPod kembali populer di tengah dominasi layanan streaming seperti Spotify dan Apple Music. Salah satu alasan terkuat adalah keinginan untuk melakukan detoks digital. Banyak anak muda merasa lelah dengan algoritma platform streaming yang terus-menerus mendikte selera musik mereka berdasarkan data pencarian.
Dengan menggunakan iPod, pengguna kembali memegang kendali penuh atas perpustakaan musik mereka. Mereka harus memilih, mengunduh, dan menyusun daftar putar secara manual melalui komputer. Proses kurasi mandiri ini memberikan kepuasan tersendiri yang tidak bisa ditemukan pada layanan berbasis langganan yang serba otomatis dan penuh iklan.
Selain faktor psikologis, kebijakan institusi pendidikan juga turut berperan. Beberapa sekolah menengah dan universitas kini menerapkan aturan ketat terkait penggunaan smartphone di lingkungan kampus. Karena iPod tidak memiliki fitur seluler atau akses internet yang luas, perangkat ini sering kali menjadi satu-satunya gadget hiburan yang tetap mendapatkan izin untuk digunakan oleh para siswa.
Baca Juga :
Kualitas audio juga menjadi pertimbangan bagi kelompok audiophile. Banyak pengguna yang memodifikasi iPod Classic lawas mereka dengan mengganti hard drive lama menjadi penyimpanan SSD yang lebih cepat dan besar. Dengan kapasitas penyimpanan hingga terabyte, mereka dapat menyimpan ribuan file musik berkualitas tinggi tanpa kompresi (lossless) yang memberikan pengalaman mendengarkan musik jauh lebih jernih dibandingkan streaming standar.
Laporan dari berbagai platform jual beli internasional memperkuat bukti bahwa tren iPod kembali populer saat ini. Data dari situs eBay menunjukkan lonjakan pencarian yang signifikan untuk model iPod Classic generasi kelima dan ketujuh. Minat yang tinggi ini secara otomatis mengerek harga pasar, di mana unit dengan kondisi fisik yang mulus bisa terjual dengan harga dua kali lipat lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.