Bagi pengguna yang sering berada di luar ruangan, kecerahan puncak hingga 2.600 nit menjadikan layar tetap jelas meski di bawah sinar matahari terik. Dukungan HDR10+ membuat konten video terlihat lebih hidup, sementara teknologi Vision Booster berbasis AI menjaga saturasi warna tetap konsisten meski dalam kondisi cahaya ekstrem.
Kenyamanan mata juga diperhatikan dengan 480 Hz PWM dimming, yang mengurangi kedipan layar sehingga mata tidak cepat lelah saat digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga :
Kamera Samsung Galaxy S25 Edge 200 MP: Tajam Siang Malam
Salah satu fitur paling menonjol dari Galaxy S25 Edge adalah kameranya. Meski hanya membawa dua kamera belakang, hasil yang diberikan setara bahkan bisa menyaingi smartphone flagship dengan sistem kamera lebih kompleks.
Kamera utama 200 MP ISOCELL HP2 (f/1.7) mampu menangkap detail luar biasa dengan teknologi pixel-binning yang menghasilkan foto 12 MP berkualitas tinggi. Untuk kebutuhan kreatif, ada kamera ultra-wide 12 MP (f/2.2) yang juga berfungsi untuk fotografi makro.
Menariknya, kamera depan 12 MP (f/2.2) hadir dengan fitur baru bernama Selfie LOG Video, yang membuat pengguna bisa merekam dengan format flat agar lebih fleksibel dalam proses color grading.
Baca Juga :
Fitur AI melalui ProVisual Engine semakin memperkaya pengalaman fotografi. Warna kulit terlihat alami, detail tetap terjaga, dan noise diminimalkan, terutama dalam kondisi low-light berkat pembaruan fitur Nightography.
Berikut beberapa foto hasil jepretan dari Samsung Galaxy S25 Edge :
Hasil Jepretan Kamera Samsung Galaxy S25 Edge - 01 (foto: Olin Sianturi/ TechnoNesia)
Hasil Jepretan Kamera Samsung Galaxy S25 Edge - 02 (foto: Olin Sianturi/ TechnoNesia)
Hasil Jepretan Kamera Samsung Galaxy S25 Edge - 03 (foto: Olin Sianturi/ TechnoNesia)
Hasil Jepretan Kamera Samsung Galaxy S25 Edge - 04 (foto: Olin Sianturi/ TechnoNesia)
Hasil Jepretan Kamera Samsung Galaxy S25 Edge - 05 (foto: Olin Sianturi/ TechnoNesia)
Kemampuan Video Profesional dengan Galaxy LOG
Bagi pembuat konten, Galaxy S25 Edge menjadi senjata baru yang menjanjikan. Dukungan perekaman hingga 8K 30fps dan 4K 60fps dengan stabilisasi canggih membuat ponsel ini siap bersaing dengan perangkat kamera profesional.
Baca Juga :
Fitur Galaxy LOG Video memungkinkan pengguna merekam dalam format 10-bit dengan dynamic range luas. Meski hasil awal terlihat flat, justru inilah keunggulannya karena memudahkan proses color grading untuk menciptakan video sinematik.
Samsung juga menambahkan fitur Audio Eraser untuk menyaring noise latar belakang, serta Auto Trim AI yang secara otomatis memotong video menjadi highlight reel siap unggah. Dengan begitu, pembuatan konten bisa lebih efisien tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.