Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 20 Mei 2026 - 01:55 WIB
Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya

distribusi solar subsidi

Sumber Foto :techno.viva.co.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Distribusi solar subsidi yang kurang merata di berbagai daerah kini memicu kekhawatiran masyarakat akibat antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, menegaskan bahwa fenomena antrean solar subsidi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, masalah utama yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh menipisnya cadangan energi nasional melainkan tata kelola penyaluran.

Fadhil menjelaskan bahwa PT Pertamina (Persero) sebenarnya telah menjaga ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi yang sangat aman. Namun, tata kelola penyaluran di tingkat hilir masih menghadapi banyak tantangan nyata di lapangan. Tanpa adanya pengawasan yang ketat dan sistematis, pasokan energi yang melimpah di depo tidak akan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat tersebut.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu produktivitas harian masyarakat, terutama karena hambatan dalam distribusi solar subsidi menghambat sektor transportasi dan logistik. Antrean yang mengular hingga ke jalan raya membuktikan adanya sumbatan informasi dan logistik yang harus segera diurai oleh pihak berwenang. "Distribusi di lapangan tetap membutuhkan pengawasan ketat agar pasokan tidak terlambat sampai ke masyarakat," ujar Fadhil dalam keterangan resminya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Akar Masalah Distribusi Solar Subsidi di Lapangan

Fadhil Hasan, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), menilai antrean kendaraan di berbagai daerah murni terjadi karena tata kelola yang lemah. Ia membantah keras anggapan bahwa stok BBM nasional sedang kritis atau menipis. Pertamina telah mengamankan cadangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan harian publik secara nasional dalam jangka panjang.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kendala teknis dan keterlambatan pengiriman menjadi faktor dominan penyebab kelangkaan lokal di sejumlah SPBU. Oleh karena itu, pemerintah bersama Pertamina harus fokus membenahi rantai pasok dari hulu ke hilir untuk mengatasi tersendatnya distribusi solar subsidi yang merugikan sopir truk. Sinkronisasi jadwal pengiriman dengan tingkat konsumsi riil di setiap SPBU menjadi kunci utama pencegahan kelangkaan lokal.

Selain masalah teknis pengiriman, disparitas harga BBM yang lebar antara jenis bersubsidi dan nonsubsidi turut memperparah keadaan ini. Ketika harga solar nonsubsidi melonjak tinggi, konsumen kendaraan komersial besar cenderung beralih menggunakan solar bersubsidi yang harganya jauh lebih murah. Migrasi konsumen ini secara otomatis mendongkrak angka permintaan harian secara drastis di luar prediksi kuota normal yang telah ditetapkan pemerintah.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Nyata Terhadap Biaya Logistik dan Inflasi Daerah

Lonjakan konsumsi akibat peralihan jenis BBM ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh para pengambil kebijakan. Jika antrean kendaraan pengangkut barang terus dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret, dampak ekonominya akan sangat masif bagi stabilitas daerah. Fadhil memperingatkan bahwa keterlambatan pengiriman barang akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar akan langsung menaikkan biaya logistik nasional secara signifikan.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved