Namun, Lei Jun mengakui bahwa strategi bertahan seperti ini memiliki batas waktu yang sangat terbatas. Jika harga bahan baku memori terus merangkak naik dengan kecepatan seperti saat ini, upaya penahanan harga dipastikan akan jebol. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan mempercepat tren kenaikan harga HP di tingkat ritel secara global.
Baca Juga :
Prediksi yang lebih mengkhawatirkan datang dari Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing. Ia memproyeksikan bahwa sejumlah ponsel flagship premium dari berbagai merek asal China berpotensi menembus angka fantastis, yakni 10.000 yuan atau setara dengan Rp26 juta pada akhir tahun ini. Angka ini tentu menjadi lompatan yang sangat jauh dibandingkan dengan harga generasi sebelumnya.
Lu Weibing juga menambahkan bahwa tekanan harga memori kemungkinan besar baru akan mereda pada akhir tahun 2027 atau bahkan bisa molor hingga tahun 2028. Hal ini menunjukkan bahwa industri teknologi sedang bersiap menghadapi musim dingin yang cukup panjang, di mana ganti HP baru dengan spesifikasi tinggi akan menjadi barang mewah yang sulit dijangkau semua kalangan.
Dampak Luas Bagi Konsumen Global
Kenaikan harga komponen ini tidak hanya memukul segmen premium, tetapi juga berpotensi mengancam keberadaan ponsel kelas entry-level yang murah. Ketika biaya produksi dasar sudah melampaui batas tertentu, produsen akan kesulitan merilis gawai dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas secara ekstrem. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi konsumen dengan anggaran terbatas.
Baca Juga :
Fenomena ini juga memaksa konsumen untuk mengubah perilaku belanja mereka. Jika sebelumnya banyak orang gemar berganti ponsel setiap kali ada seri terbaru rilis, kini mereka harus berpikir dua kali. Banyak pengguna yang mulai mencari cara alternatif untuk menyiasati tren kenaikan harga HP yang kian tidak terkendali ini, seperti membeli perangkat rekondisi atau memperpanjang masa pakai gawai lama mereka.
Kendati demikian, bagi mereka yang memang sudah saatnya membutuhkan perangkat baru untuk menunjang produktivitas, menunda pembelian bukanlah pilihan yang bijak. Menunggu pasar stabil justru bisa menjadi bumerang finansial karena harga barang di masa depan hampir pasti akan melambung lebih tinggi lagi.
Oleh karena itu, menghadapi tren kenaikan harga HP yang diproyeksikan bertahan hingga beberapa tahun ke depan, menyegerakan pembelian perangkat baru bisa menjadi langkah finansial yang bijak sebelum harganya melambung semakin tinggi dan tidak terjangkau lagi.