Dengan beralih ke sistem berbasis cloud, perusahaan dapat memangkas biaya perawatan server fisik dan mengurangi risiko kegagalan sistem (downtime). Kecepatan dalam mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision) akan membantu maskapai dalam merespons perubahan pasar secara instan, seperti menyesuaikan rute penerbangan atau mengoptimalkan kapasitas kursi yang tersedia.
Fondasi Kuat Menuju Era Autonomous Enterprise Berbasis AI
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, menyatakan bahwa memiliki fondasi digital yang modern merupakan kebutuhan mutlak bagi industri penerbangan saat ini. Kompleksitas operasional yang tinggi menuntut adanya sistem yang mampu menyajikan data secara cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
Baca Juga :
Menurut Sianto, adopsi teknologi ini akan menempatkan maskapai penerbangan nasional pada posisi yang sangat menguntungkan untuk bertransformasi menjadi autonomous enterprise di masa depan. Pada fase tersebut, teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi tingkat tinggi akan mengambil peran penting dalam mendeteksi kebutuhan pasar secara prediktif serta mengoptimalkan efisiensi kerja di semua lini.
Saat ini, seiring dengan fokus perusahaan dalam memperkuat kesiapan armada udara dan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai destinasi favorit, sistem baru dari SAP ini juga akan dioptimalkan untuk meningkatkan manajemen aset. Pemeliharaan pesawat (aircraft maintenance) kini dapat dijadwalkan secara lebih presisi, sehingga waktu tunggu pesawat di darat dapat diminimalisir dan produktivitas armada meningkat tajam.
Komitmen jangka panjang ini membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pemulihan kinerja keuangan pascapandemi, namun juga berinvestasi besar pada teknologi masa depan. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital Garuda Indonesia ini akan menjadi penentu sejauh mana maskapai pembawa bendera bangsa ini mampu terbang lebih tinggi dan bersaing sehat di kancah internasional.