TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 28 Mei 2026 - 00:14 WIB
Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

bahaya medsos bagi anak

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bahaya medsos bagi anak kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis data terbaru mengenai paparan konten negatif pada generasi muda. Lebih dari separuh anak-anak di Indonesia terbukti telah mengakses materi bermuatan seksual melalui berbagai platform jejaring sosial. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi para orang tua dan pendidik di seluruh penjuru tanah air.

Pihak kementerian mencatat bahwa dari sekitar 80 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 50,3 persen di antaranya sudah terpapar konten dewasa. Angka ini setara dengan puluhan juta anak yang kini menghadapi risiko psikologis serius akibat konsumsi informasi yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Selain paparan konten vulgar, ancaman lain yang tidak kalah mengerikan adalah tingginya angka kekerasan gender berbasis online (KGBO). Komdigi mengungkapkan bahwa sekitar 48 persen anak Indonesia pernah mengalami kekerasan berbasis gender saat berselancar di dunia maya. Hal ini membuktikan bahwa ruang digital bukan lagi tempat yang sepenuhnya aman untuk tumbuh kembang anak.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, menegaskan bahwa masifnya perkembangan teknologi membawa tantangan baru yang sangat kompleks. Kelompok usia dini kini berada di garis depan yang paling rentan terhadap eksploitasi dan manipulasi digital. Kondisi ini mempercepat meningkatnya intensitas bahaya medsos bagi anak di era modern.

Mengapa Bahaya Medsos bagi Anak Semakin Sulit Dibendung?

Menurut penjelasan Komdigi, ada dua kategori ancaman utama yang saat ini mengintai anak-anak di jagat maya, yaitu risiko konten dan risiko kontak. Risiko konten terjadi karena kemudahan akses internet tanpa adanya penyaringan yang ketat dari pihak keluarga maupun penyedia platform.

Anak-anak kini dapat dengan mudah menemukan video, gambar, maupun teks yang tidak layak sensor hanya dengan beberapa ketukan layar. Kebebasan tanpa batas dalam menjelajahi yurisdiksi digital ini menjadi salah satu pemicu utama bahaya medsos bagi anak yang sulit dikontrol.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Di sisi lain, risiko kontak membawa ancaman yang jauh lebih aktif dan berbahaya. Risiko ini muncul ketika anak-anak mulai menjalin komunikasi dengan orang asing yang mereka kenal lewat fitur pesan langsung (DM) atau kolom komentar. Interaksi tanpa pengawasan ini sering kali menjadi pintu masuk bagi para predator daring.

Para pelaku kejahatan siber kerap menggunakan metode manipulasi psikologis (grooming) untuk mendekati korban. Tidak jarang, anak-anak dicekoki dengan pemahaman radikal, informasi palsu, hingga berujung pada tindakan pelecehan seksual secara verbal maupun fisik.

Langkah Nyata Melindungi Anak dari Ancaman Siber

Menghadapi situasi darurat ini, peran aktif orang tua dalam menerapkan pola asuh digital (digital parenting) sangatlah krusial. Membatasi waktu layar (screen time) saja tidak lagi cukup untuk menghalau dampak buruk internet. Orang tua dituntut untuk lebih melek teknologi dan memahami platform apa saja yang sering digunakan oleh buah hati mereka.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved