Kebutuhan pusat data di dalam negeri juga terus melonjak seiring dengan kewajiban kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Pelaku usaha kini wajib menyimpan dan mengolah data sensitif di dalam batas wilayah yurisdiksi Indonesia. Hal ini memicu gairah investasi baru di sektor properti teknologi, khususnya pembangunan fasilitas pusat data ramah lingkungan
Mengantisipasi Ancaman Siber di Era Transformasi
Seiring dengan masifnya digitalisasi, tantangan keamanan informasi juga meningkat secara signifikan. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rahmat Subagio, mengingatkan bahwa serangan siber saat ini jauh lebih canggih dan terstruktur. Mulai dari ancaman ransomware yang menyasar sektor finansial hingga serangan siber persisten (APT) terhadap infrastruktur kritis nasional.
Baca Juga :
Untuk memitigasi risiko tersebut, BSSN mendorong penerapan sistem keamanan yang komprehensif dan kolaboratif. Investasi pada teknologi Security Operations Center (SOC) mutakhir dan pembagian informasi ancaman (threat intelligence) harus segera ditingkatkan. Di samping itu, kesuksesan akselerasi infrastruktur digital Indonesia juga sangat bergantung pada ketersediaan talenta keamanan siber yang kompeten untuk menjaga kedaulatan data nasional.
Sinergi ini dibahas secara mendalam dalam Forum Nasional "Indonesia Digital Leap" yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini. Acara tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan utama, termasuk PT Telkom Indonesia, IDPRO (Asosiasi Provider Data Center Indonesia), serta Asosiasi Cloud & Hosting Indonesia. Para pelaku industri sepakat bahwa kemandirian teknologi harus didukung oleh regulasi yang adaptif dan ramah investasi.
Kehadiran BUMN seperti Telkom Group menjadi langkah konkret dalam mendukung akselerasi infrastruktur digital Indonesia agar mampu bersaing di tingkat regional. Dengan jaringan serat optik yang membentang dari Sabang hingga Merauke, interkoneksi antar-pusat data di Indonesia kini menjadi lebih cepat dan stabil. Keunggulan latensi rendah ini sangat dibutuhkan oleh sektor keuangan digital, e-commerce, hingga layanan publik berbasis elektronik.
Baca Juga :
Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid, akselerasi infrastruktur digital Indonesia diharapkan mampu membawa tanah air bertransformasi menjadi raksasa ekonomi baru yang mandiri, aman, dan berdaya saing tinggi di masa depan.