Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:55 WIB
Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

bahaya sampah antariksa

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bahaya sampah antariksa kini menjadi ancaman nyata yang mengincar kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta.

Laporan terbaru dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi langit kita saat ini.

Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, rata-rata terdapat satu potong puing luar angkasa yang jatuh kembali ke Bumi setiap harinya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Meski hingga kini belum ada laporan mengenai korban luka serius, para peneliti mengingatkan bahwa risiko bahaya ini terus merangkak naik secara signifikan.

Potensi Jatuhnya Puing Roket yang Tak Terkendali

Sebuah studi komprehensif yang rilis pada tahun 2022 memberikan estimasi yang cukup mengkhawatirkan bagi keselamatan global.

Para ilmuwan memproyeksikan adanya peluang sebesar 10 persen bagi sampah antariksa tak terkendali untuk jatuh dan memicu korban jiwa dalam sepuluh tahun ke depan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Angka ini bukan sekadar statistik kosong, melainkan peringatan keras bagi negara-negara yang berada di jalur lintasan orbit satelit aktif.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa bahaya sampah antariksa skala besar terus meningkat seiring dengan tingginya frekuensi peluncuran misi komersial.

Mengapa Bahaya Sampah Antariksa Lebih Mengancam Global South?

Hal yang paling merisaukan dari fenomena ini adalah ketimpangan risiko geografis yang dihadapi oleh negara-negara berkembang.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Wilayah Global South, atau kawasan belahan bumi bagian selatan, memikul risiko yang jauh lebih besar dibandingkan wilayah utara.

Kota-kota padat penduduk seperti Jakarta di Indonesia, Dhaka di Bangladesh, hingga Lagos di Nigeria memiliki kerentanan yang tinggi.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa bahaya sampah antariksa ini tidak tersebar merata secara geografis.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Bahkan, kota-kota tersebut berpotensi tiga kali lipat lebih sering kejatuhan bekas peluncur roket dibandingkan kota metropolitan dunia lainnya seperti New York, Beijing, atau Moskow.

Kepadatan Orbit Bumi yang Mengkhawatirkan

Saat ini, ruang hampa di sekitar planet kita tidak lagi sepi, melainkan dipenuhi oleh jutaan ton limbah logam.

Data pelacakan menunjukkan ada sekitar 25 ribu objek buatan manusia berukuran di atas 10 sentimeter yang terus mengorbit tanpa kendali.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Di luar jumlah tersebut, terdapat jutaan fragmen mikro yang terlalu kecil untuk dipantau namun bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam.

Secara akumulatif, bobot material bekas satelit dan roket yang menyelimuti Bumi diperkirakan menembus angka 9.000 ton.

Keberadaan ribuan ton logam ini menciptakan efek domino yang sewaktu-waktu dapat meluncur deras menembus atmosfer.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Fenomena Hujan Api yang Disaksikan Astronaut

Proses jatuhnya puing luar angkasa ini bukan lagi sekadar teori di atas kertas, melainkan pemandangan nyata yang mengerikan.

Astronaut NASA, Chris Williams, sempat menyaksikan langsung peristiwa dramatis ini dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Saat ISS melintas di atas langit Afrika Barat, Williams melihat sebuah objek logam besar memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Objek tersebut langsung terbakar hebat dan terpecah menjadi ratusan serpihan api yang menyala terang di kegelapan malam.

Williams menggambarkan kejadian tersebut bagaikan pertunjukan kembang api raksasa yang sangat memukau sekaligus menegangkan.

Tantangan Teknologi dan Konvensi Internasional

Secara teori, sebagian besar komponen pendorong roket dirancang untuk terbakar habis saat bergesekan dengan atmosfer tebal Bumi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Meskipun sebagian besar material dirancang untuk terbakar habis di atmosfer, ketahanan material modern justru memperparah bahaya sampah antariksa bagi penduduk Bumi.

Kini, produsen menggunakan material baru yang lebih kuat dan tahan panas ekstrem demi efisiensi biaya peluncuran.

Sayangnya, ketangguhan material ini membuat puing-puing roket lebih awet dan mampu bertahan hidup hingga menyentuh permukaan tanah.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Secara hukum, Konvensi Tanggung Jawab Internasional 1972 (Liability Convention) mengatur bahwa negara peluncur wajib bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh objek luar angkasa mereka.

Namun, proses pembuktian dan ganti rugi sering kali memakan waktu lama dan birokrasi yang sangat rumit.

Di Indonesia sendiri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memantau pergerakan objek jatuh guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Untuk mengantisipasi hal ini, sejumlah lembaga antariksa mulai merancang teknologi pembersih orbit guna menekan bahaya sampah antariksa sebelum menimbulkan korban jiwa.

Upaya mitigasi secara global kini mendesak untuk segera diimplementasikan oleh seluruh negara peluncur satelit.

Tanpa langkah penanganan yang konkret, ancaman jatuhnya logam seberat puluhan ton akan terus menghantui wilayah perkotaan padat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kesadaran global dan regulasi ketat menjadi kunci utama dalam meminimalisasi bahaya sampah antariksa demi keselamatan populasi manusia di Bumi.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved