Untuk mencapai target tersebut, XLSmart terus melakukan fiberisasi massal pada seluruh jaringan menaranya. Proses fiberisasi ini menjadi kunci utama agar kapasitas bandwidth yang disalurkan melalui sinyal 5G dapat melaju dengan kecepatan maksimal tanpa hambatan.
Baca Juga :
Kinerja Keuangan Melesat Tajam Pascamerger
Selain fokus pada integrasi jaringan XLSmart, emiten telekomunikasi ini juga menunjukkan taji dari sisi performa bisnis dan finansial. Sinergi korporasi ini terbukti mendongkrak pendapatan dan profitabilitas secara signifikan sepanjang tahun buku 2025.
XLSmart berhasil membukukan pendapatan jumbo sebesar Rp42,49 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat positif sebesar 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, EBITDA yang dinormalisasi tercatat berada di angka Rp20,14 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pencapaian yang paling impresif terlihat pada laba bersih yang dinormalisasi, yang melonjak tajam hingga 63 persen menjadi Rp3 triliun.
Baca Juga :
Pertumbuhan kinerja keuangan yang solid ini membuktikan bahwa merger bukan sekadar penyatuan dua entitas di atas kertas. Ini adalah strategi jitu untuk menciptakan nilai tambah yang konkret bagi pemegang saham, mitra bisnis, dan industri telekomunikasi secara umum.
Sebagai entitas baru hasil merger XL Axiata dan Smartfren Telecom, XLSmart kini mengemban tanggung jawab besar dalam melayani lebih dari 69 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan basis pelanggan yang sangat besar ini, stabilitas dan keandalan jaringan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.
Ke depan, keberhasilan integrasi jaringan XLSmart akan terus menjadi penentu utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan memenangkan persaingan di era digital yang dinamis ini.