Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 19 Mei 2026 - 07:55 WIB
Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Sinyal radio misterius Matahari

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Sinyal radio misterius Matahari baru-baru ini memecahkan rekor durasi terlama yang pernah terekam oleh instrumen pengamatan di Bumi. Selama 19 hari tanpa henti, para ilmuwan menangkap pancaran gelombang elektromagnetik yang berasal dari atmosfer luar bintang pusat tata surya kita. Fenomena langka ini memicu diskusi hangat di kalangan astronom karena durasinya yang sangat tidak lazim dibandingkan pengamatan sebelumnya.

Biasanya, pancaran radio dari Matahari hanya berlangsung dalam hitungan menit, jam, atau paling lama beberapa hari. Namun, pengamatan terbaru ini menunjukkan aktivitas yang stabil dan berkelanjutan selama hampir tiga minggu. Para peneliti menggunakan rangkaian perangkat radio canggih untuk memantau setiap pergerakan energi yang memancar dari korona, yaitu lapisan terluar Matahari yang memiliki suhu jutaan derajat Celsius.

Penemuan ini memberikan tantangan baru bagi para ahli fisika surya dalam memahami mekanisme internal bintang kita. Keberadaan sinyal radio misterius Matahari yang bertahan sangat lama ini mengindikasikan adanya proses magnetik yang jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ilmuwan kini fokus meneliti bagaimana energi tersebut bisa bertahan stabil tanpa memicu ledakan besar yang biasanya mengakhiri durasi sinyal radio.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Misteri di Balik Sinyal Radio Misterius Matahari

Secara teknis, gelombang radio dari Matahari muncul akibat interaksi antara medan magnet raksasa dengan partikel bermuatan atau plasma. Ketika materi bermuatan ini bergerak cepat melalui garis-garis medan magnet di atmosfer Matahari, mereka melepaskan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Dalam kondisi normal, proses ini berkaitan erat dengan bintik matahari atau peristiwa solar flare

Namun, para ahli mencatat keanehan pada fenomena kali ini. Selama 19 hari pemantauan sinyal radio misterius Matahari tersebut, instrumen tidak mendeteksi adanya letusan energi masif atau pelepasan massa korona (CME) yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa sinyal tersebut tidak berasal dari ledakan sesaat, melainkan dari struktur magnetik yang sangat stabil dan mampu memancarkan energi secara konstan ke ruang angkasa.

Para peneliti menduga bahwa sumber sinyal ini terletak di wilayah atmosfer Matahari yang memiliki kepadatan materi dan suhu yang sangat spesifik. Kondisi lingkungan yang unik di titik tersebut memungkinkan gelombang radio merambat keluar tanpa mengalami gangguan atau pelemahan berarti. Penemuan ini memaksa para ilmuwan untuk meninjau kembali model atmosfer Matahari yang selama ini mereka gunakan dalam simulasi cuaca antariksa.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Terhadap Teknologi di Bumi

Meskipun sinyal radio misterius Matahari yang terdeteksi kali ini tidak menyebabkan kerusakan langsung, para ahli tetap memberikan peringatan. Gelombang radio dari antariksa memiliki potensi besar untuk mengganggu berbagai infrastruktur teknologi tinggi di Bumi. Ketika kekuatan sinyal mencapai ambang batas tertentu, ia dapat mengintervensi frekuensi yang digunakan oleh sistem navigasi satelit (GPS) dan jaringan komunikasi nirkabel.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved