Penyelesaian hukum Elon Musk SEC terkait akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar kini memasuki babak baru yang sangat kontroversial. Hakim Distrik AS Sparkle Sooknanan di Washington DC secara terbuka menyatakan kecurigaannya terhadap kesepakatan yang terjalin antara miliarder pemilik Tesla tersebut dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Hakim menduga terdapat upaya terstruktur untuk melindungi Musk dari sanksi pribadi yang seharusnya lebih berat.
Kecurigaan ini muncul setelah hakim menemukan sejumlah kejanggalan dalam draf kesepakatan yang diajukan kedua belah pihak. Dalam sidang di Washington, Hakim Sooknanan mempertanyakan mengapa nama Elon Musk tiba-tiba hilang dari daftar terdakwa secara pribadi. Padahal, dalam gugatan awal, SEC menuduh Musk secara langsung melakukan pelanggaran serius terkait keterlambatan pengungkapan kepemilikan sahamnya di platform yang kini bernama X tersebut.
Kejanggalan dalam Penyelesaian Hukum Elon Musk SEC
Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah pemangkasan nilai tuntutan yang sangat drastis. Awalnya, SEC menuntut pengembalian keuntungan ilegal sebesar USD 150 juta yang diduga diperoleh Musk karena menunda pengumuman pembelian saham Twitter pada awal 2022. Namun, dalam draf kesepakatan terbaru, angka tersebut menyusut hingga 99 persen menjadi hanya USD 1,5 juta saja.
Baca Juga :
Hakim Sooknanan menilai bahwa persyaratan dalam penyelesaian hukum Elon Musk SEC ini sulit untuk dibenarkan secara logika hukum. "Mengingat semua kejanggalan yang telah saya catat, saya merasa sangat prihatin. Ini merupakan pertanda buruk bagi transparansi penegakan hukum," tegas hakim saat memimpin persidangan. Ia menuntut penjelasan mendalam dari tim pengacara kedua belah pihak mengenai alasan penghapusan Musk sebagai terdakwa individu.
Sebagai informasi tambahan, aturan pasar modal AS mewajibkan investor untuk mengungkapkan kepemilikan saham jika sudah mencapai ambang batas 5 persen dalam waktu 10 hari. Musk diduga sengaja menunda laporan tersebut agar bisa terus membeli saham Twitter dengan harga lebih rendah sebelum pasar bereaksi terhadap keterlibatannya. Praktik ini dianggap merugikan investor lain yang menjual saham mereka tanpa mengetahui rencana akuisisi besar di balik layar.
Perubahan Status Terdakwa dan Dugaan Main Mata
Kejutan lain muncul ketika SEC mengganti posisi Musk sebagai terdakwa dengan badan hukum atau entitas bisnis yang menyandang namanya. Langkah ini secara otomatis membebaskan Musk dari tanggung jawab hukum secara personal. Hakim Sooknanan mencatat adanya ketidaksinkronan antara pengacara SEC dan tim hukum Musk selama proses negosiasi berlangsung di pengadilan.
Baca Juga :
Dalam sidang sebelumnya, pengacara SEC tampak terkejut saat tim hukum Musk mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan pembicaraan tertutup mengenai penyelesaian kasus ini. Hal ini memperkuat dugaan adanya "main mata" atau kolusi di balik pintu yang tidak melibatkan seluruh tim teknis regulator. Hakim kini harus mempertimbangkan apakah penyelesaian hukum Elon Musk SEC ini sudah memenuhi unsur keadilan bagi publik atau justru mencederai integritas pasar modal.