TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Gunung Berapi Erebus Antartika Muntahkan Debu Emas Tiap Hari
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Gunung Berapi Erebus Antartika Muntahkan Debu Emas Tiap Hari

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 03 Mei 2026 - 04:55 WIB
Gunung Berapi Erebus Antartika Muntahkan Debu Emas Tiap Hari

Gunung Berapi Erebus Antartika

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Gunung Berapi Erebus Antartika baru-baru ini menggemparkan dunia sains setelah para peneliti menemukan fenomena geologi yang sangat mencengangkan di kutub selatan. Berbeda dengan gunung api pada umumnya yang hanya mengeluarkan abu dan lava, gunung ini dilaporkan menyemburkan partikel emas murni ke atmosfer setiap hari. Penemuan ini menempatkan lokasi tersebut sebagai salah satu titik paling unik sekaligus berharga di planet Bumi.

Berdasarkan data penelitian terbaru, gunung ini diperkirakan melepaskan sekitar 80 gram emas ke udara dalam kurun waktu 24 jam. Jika kita melihat nilai pasar saat ini, jumlah tersebut setara dengan US$6.000 atau menembus angka Rp103,8 juta per hari. Fenomena ini tentu saja menarik minat banyak pihak, mengingat jarang sekali ada aktivitas vulkanik yang menghasilkan logam mulia dalam bentuk gas dan kristal secara kontinu.

Penyebaran debu emas ini ternyata tidak hanya terkonsentrasi di sekitar lereng kawah saja. Tim ilmuwan yang melakukan observasi menemukan jejak partikel emas hingga jarak 1.000 kilometer dari pusat erupsi. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan gas vulkanik yang membawa material berharga tersebut hingga terbang jauh melintasi hamparan es Antartika yang luas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Keunikan Fenomena Gunung Berapi Erebus Antartika

Aktivitas Gunung Berapi Erebus Antartika terpantau melalui teknologi citra satelit tingkat tinggi dan pengamatan langsung oleh tim ahli di lapangan. Sebagai gunung berapi aktif tertinggi di benua beku tersebut, Erebus memiliki ketinggian mencapai 3.794 meter. Posisinya yang berada di ujung selatan Bumi memberikan tantangan tersendiri bagi para peneliti yang ingin mempelajari karakteristik magmanya secara mendalam.

Salah satu fitur yang paling menonjol dari gunung ini adalah keberadaan danau lava yang terus bergejolak di kawah puncaknya. Danau lava ini tercatat telah aktif setidaknya sejak tahun 1972 dan terus mengeluarkan gelembung gas panas secara rutin. Dalam proses inilah, partikel emas mikroskopis terbentuk dan ikut terdorong keluar bersama uap panas menuju atmosfer bebas.

Emas yang dimuntahkan oleh gunung ini memiliki bentuk kristal yang sangat kecil, dengan ukuran kurang dari 20 mikrometer. Karena ukurannya yang mikroskopis, emas ini tidak terlihat seperti bongkahan logam yang berkilau di tanah, melainkan lebih menyerupai debu halus yang melayang di udara. Partikel-partikel ini kemudian terbawa angin kencang khas kutub, menciptakan distribusi material yang sangat luas di wilayah sekitarnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Proses Geologi dan Bom Vulkanik

Secara teknis, pembentukan emas di dalam Gunung Berapi Erebus Antartika terjadi karena komposisi kimia magma yang sangat spesifik. Suhu tinggi di dalam perut bumi memungkinkan logam mulia menguap dan kemudian mengkristal dengan cepat saat bersentuhan dengan udara dingin yang ekstrem di permukaan Antartika. Selain mengeluarkan gas berisi emas, gunung ini juga sering melontarkan material yang disebut sebagai "bom vulkanik".

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved