Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 02 Mei 2026 - 20:55 WIB
Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km

Teknologi baterai mobil listrik

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknologi baterai mobil listrik kini mengalami lompatan besar berkat penemuan terbaru dari para peneliti di Korea Selatan yang berpotensi mengakhiri era mobil bensin. Penurunan harga kendaraan listrik (EV) saat ini memang sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen global. Namun, inovasi teknologi terbarulah yang akan benar-benar mengubah peta persaingan di industri otomotif secara permanen.

Kondisi industri kendaraan listrik saat ini dinilai semakin matang dengan infrastruktur yang terus berkembang. Para ahli memprediksi bahwa dominasi mesin pembakaran internal (ICE) akan segera runtuh jika masalah utama EV, yakni jarak tempuh dan durasi pengisian daya, teratasi sepenuhnya. Harapan tersebut kini datang dari Pohang University of Science and Technology

Terobosan Jarak Tempuh 1.000 Km dalam Sekali Cas

Para peneliti di POSTECH berhasil mengembangkan sebuah inovasi yang memanfaatkan material silikon sebagai bahan utama anoda. Penggunaan teknologi baterai mobil listrik berbasis silikon ini menjadi titik balik penting karena menawarkan kapasitas penyimpanan energi yang jauh lebih besar daripada baterai lithium-ion konvensional yang ada di pasaran saat ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Salah satu keunggulan paling mencolok dari hasil riset ini adalah klaim jarak tempuh yang fantastis. Dalam satu kali pengisian daya penuh, kendaraan yang menggunakan baterai silikon ini diprediksi mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer. Angka ini setara dengan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dan kembali lagi setengah jalan tanpa perlu berhenti di stasiun pengisian daya.

Pencapaian ini tentu menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan mobil bensin. Selama ini, "range anxiety" atau ketakutan akan kehabisan daya di tengah jalan menjadi penghambat utama masyarakat beralih ke EV. Dengan teknologi baterai mobil listrik yang mampu mencapai 1.000 km, hambatan psikologis dan teknis tersebut praktis menghilang dari pertimbangan konsumen.

Mengatasi Masalah Ekspansi Silikon dengan Skala Mikro

Meskipun silikon memiliki potensi energi yang tinggi, material ini memiliki kelemahan alami yang sangat sulit dipecahkan selama puluhan tahun. Saat proses pengisian daya berlangsung, partikel silikon akan memuai atau membengkak hingga tiga kali lipat dari ukuran aslinya. Setelah daya digunakan, partikel tersebut akan menyusut kembali ke ukuran semula.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Siklus kembang-kempis yang ekstrem ini biasanya menyebabkan kerusakan struktur baterai secara cepat. Sebelumnya, banyak peneliti mencoba menggunakan partikel silikon berukuran nano (sangat kecil) untuk meminimalisir dampak ekspansi tersebut. Namun, penggunaan partikel nano justru menimbulkan masalah baru berupa biaya produksi yang sangat mahal dan proses manufaktur yang sangat rumit.

Di sinilah letak kejeniusan para peneliti dari Pohang. Mereka mengambil pendekatan yang berlawanan dengan menggunakan silikon berukuran mikro, yang ukurannya 1.000 kali lebih besar daripada partikel nano. Penggunaan skala mikro pada teknologi baterai mobil listrik ini terbukti jauh lebih efisien secara biaya dan lebih mudah untuk diproduksi dalam skala massal.

Inovasi Gel Polimer Elektrolit sebagai Pengikat

Untuk mengatasi masalah pembengkakan pada partikel silikon berukuran mikro, tim peneliti mengembangkan gel polimer elektrolit khusus. Gel ini berfungsi sebagai media yang fleksibel namun kuat untuk mengikat partikel silikon. Saat silikon memuai, gel polimer ini akan ikut berubah bentuk secara elastis tanpa merusak integritas struktur baterai.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Para peneliti menggunakan radiasi tembakan elektron untuk menciptakan ikatan kimia yang stabil antara gel dan silikon. Hasilnya adalah sebuah sistem anoda yang tetap kokoh meskipun partikel di dalamnya mengalami perubahan volume yang drastis. Inovasi ini menghasilkan densitas energi yang 40 persen lebih besar dibandingkan baterai lithium-ion standar yang banyak digunakan Tesla atau pabrikan EV lainnya saat ini.

  • Kapasitas energi meningkat hingga 40% lebih tinggi.
  • Biaya produksi lebih murah karena menggunakan material skala mikro.
  • Stabilitas baterai tetap terjaga meski digunakan dalam jangka panjang.
  • Kompatibel dengan sistem manufaktur baterai yang sudah ada.

Profesor Park Soojin dari Pohang University menegaskan bahwa riset ini membawa industri selangkah lebih dekat ke sistem baterai dengan densitas energi tinggi yang aman. "Kami menggunakan anoda mikro-silikon, dan hasilnya tetap menghasilkan baterai yang stabil secara struktural," ujarnya. Hal ini membuktikan bahwa teknologi baterai mobil listrik masa depan tidak hanya soal performa, tapi juga efisiensi ekonomi.

Dampak Global dan Masa Depan Industri Otomotif

Kehadiran baterai dengan jarak tempuh 1.000 km ini akan memaksa produsen mobil konvensional untuk mempercepat transisi mereka. Jika teknologi ini segera dikomersialkan, mobil bensin mungkin akan menjadi barang antik lebih cepat dari yang diperkirakan. Selain ramah lingkungan, biaya operasional EV yang menggunakan teknologi ini akan jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM secara rutin.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Negara-negara seperti China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan kini saling berpacu untuk mematenkan teknologi serupa. Namun, penemuan dari POSTECH ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Korea Selatan dalam rantai pasok global. Ke depannya, integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan manajemen baterai akan semakin menyempurnakan efisiensi kendaraan listrik.

Sebagai penutup, perkembangan teknologi baterai mobil listrik yang dipelopori oleh peneliti Korea ini memberikan sinyal kuat bahwa era transportasi tanpa emisi sudah berada di depan mata. Dengan jarak tempuh yang semakin jauh dan harga yang semakin terjangkau, masyarakat kini memiliki alasan yang sangat kuat untuk meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil selamanya.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved