Alasan uninstall ChatGPT massal kini menjadi sorotan tajam di industri teknologi global setelah jutaan pengguna memutuskan untuk meninggalkan platform buatan OpenAI tersebut. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan akumulasi dari kekecewaan publik terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai mulai meninggalkan prinsip etika demi keuntungan komersial. Banyak pengguna yang sebelumnya setia, kini justru menghapus aplikasi tersebut dari perangkat mereka dan bermigrasi ke kompetitor utamanya.
Gelombang perpindahan ini dipicu oleh sikap kontras antara OpenAI dan pesaing terdekatnya, Anthropic. Di saat Anthropic mendapatkan pujian karena konsistensinya pada keamanan AI, OpenAI justru mengambil langkah kontroversial dengan menjalin kemitraan strategis bersama Pentagon dan lembaga pemerintah Amerika Serikat lainnya. Langkah ini memicu sentimen negatif yang luar biasa besar di kalangan masyarakat yang peduli terhadap privasi dan penggunaan AI untuk tujuan militer.
Etika dan Keamanan: Alasan Uninstall ChatGPT Massal yang Utama
Salah satu alasan uninstall ChatGPT massal yang paling dominan adalah persepsi publik mengenai integritas perusahaan. Anthropic, melalui produknya yang bernama Claude, berhasil memposisikan diri sebagai "AI yang lebih manusiawi dan aman." Meskipun pemerintahan Donald Trump sempat memberikan tekanan kepada Anthropic bahkan memasukkannya ke dalam daftar risiko rantai pasok, dukungan publik terhadap perusahaan ini justru semakin menguat.
Baca Juga :
Sebaliknya, OpenAI yang dipimpin oleh Sam Altman justru terlihat sangat oportunis. Pengumuman kerja sama untuk memasok alat AI ke lembaga pemerintah di tengah situasi politik yang memanas dianggap sebagai pengkhianatan oleh sebagian besar komunitas pengembang dan pengguna individu. Akibatnya, instruksi untuk menghapus ChatGPT dari ponsel pintar dan menggantinya dengan Claude menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Kekecewaan ini berdampak langsung pada angka pertumbuhan pengguna. Berdasarkan laporan terbaru, OpenAI gagal mencapai target internalnya untuk mengumpulkan 1 miliar pengguna aktif mingguan sepanjang tahun 2025. Kegagalan ini menjadi sinyal merah bagi para investor yang telah menggelontorkan dana jumbo, mengingat ekspektasi terhadap dominasi pasar ChatGPT sebelumnya sangat tinggi.
Krisis Finansial dan Tekanan Internal di OpenAI
Selain faktor sentimen pengguna, alasan uninstall ChatGPT massal juga dipicu oleh ketidakpastian masa depan perusahaan itu sendiri. CFO OpenAI, Sarah Friar, secara terbuka mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar kontrak komputasi di masa depan. Tanpa aliran pendapatan yang stabil dan signifikan dari langganan berbayar, OpenAI terancam mengalami krisis likuiditas yang serius.
Baca Juga :
Tekanan semakin meningkat dengan adanya rumor mengenai penawaran umum perdana atau IPO pada tahun ini. Investor menuntut hasil nyata dari investasi miliaran dolar yang digunakan untuk melatih model bahasa besar (LLM). Namun, dengan jumlah pengguna yang terus merosot, target pendapatan tahunan pun meleset jauh dari proyeksi awal. Kondisi internal yang guncang ini membuat banyak pengguna merasa tidak aman untuk terus bergantung pada ekosistem OpenAI.