TRENDING :
Belum ada berita.
Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis, 10 Juta Akun Diblokir
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis, 10 Juta Akun Diblokir

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 19 Maret 2026 - 17:37 WIB
Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis, 10 Juta Akun Diblokir

Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Sistem akan memberikan penjelasan eksplisit mengenai risiko keamanan, termasuk fakta bahwa pemegang perangkat baru dapat melihat seluruh riwayat percakapan. Pengguna kini memiliki kendali penuh dengan opsi "Jangan Tautkan" yang lebih menonjol jika mereka merasa tidak melakukan aktivitas penautan tersebut. Fitur ini diharapkan dapat menekan angka peretasan akun yang berbasis rekayasa sosial.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

3. Deteksi Percakapan Mencurigakan di Messenger

Messenger juga mendapatkan pembaruan signifikan melalui fitur deteksi berbasis AI yang bersifat opsional. Saat pengguna berinteraksi dengan orang asing yang terindikasi sebagai bagian dari jaringan penipuan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi keamanan di dalam ruang obrolan. Pengguna diberikan pilihan untuk melaporkan percakapan tersebut guna ditinjau lebih lanjut oleh sistem keamanan Meta.

Integrasi AI ini dirancang untuk mengenali bahasa persuasif yang sering digunakan oleh penipu, seperti iming-iming hadiah atau ancaman pemblokiran akun. Meskipun fitur ini bersifat opsional pada perangkat iOS dan Android, Meta sangat menyarankan pengguna untuk mengaktifkannya demi lapisan perlindungan ekstra saat berkomunikasi dengan koneksi baru.

Mengapa Penipuan Berbasis AI Semakin Berbahaya?

Kehadiran fitur baru anti penipuan Meta ini juga dipicu oleh maraknya penggunaan AI oleh para pelaku kriminal. Teknologi deepfake suara dan video kini mulai digunakan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berbicara dengan anggota keluarga atau pejabat resmi. Hal inilah yang mendorong Meta untuk terus memperbarui algoritma deteksi mereka agar mampu membedakan interaksi manusia asli dengan manipulasi digital.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Selain mengandalkan fitur otomatis, Meta mengimbau pengguna untuk tetap menjalankan prinsip dasar keamanan digital. Penggunaan autentikasi dua faktor (2FA) tetap menjadi benteng terkuat yang tidak boleh diabaikan. Perusahaan juga mengingatkan agar pengguna tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat.

Kejahatan siber bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan masalah psikologis yang memanfaatkan kelengahan manusia. Dengan peluncuran fitur-fitur ini, Meta berharap dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman dan transparan bagi miliaran penggunanya di seluruh dunia. Transformasi sistem keamanan ini menandai babak baru dalam perang melawan sindikat penipuan digital yang semakin terorganisir di era kecerdasan buatan.

Pihak Meta menegaskan bahwa pengujian fitur-fitur ini akan terus diperluas ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru melalui toko aplikasi resmi agar mendapatkan proteksi keamanan yang paling mutakhir. Langkah preventif dari sisi pengguna, dibarengi dengan teknologi proteksi dari platform, menjadi kunci utama dalam memenangkan pertempuran melawan penipuan online.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved