Bagi para pengguna, kepastian ini disambut baik. Mereka kini dapat menggunakan platform tersebut tanpa dihantui oleh isu pelarangan. Bagi ByteDance, mereka berhasil mempertahankan pasar terbesarnya, meskipun harus mengorbankan tingkat kontrol yang signifikan atas operasionalnya di Amerika.
Baca Juga :
Negosiasi ini menjadi cetak biru (blueprint) bagi bagaimana negara-negara berdaulat dapat menangani dilema aplikasi lintas batas. Hal ini mengajarkan bahwa regulasi di era digital tidak hanya sebatas undang-undang privasi, tetapi sudah merambah ke isu geopolitik dan kedaulatan data.
Proses penandatanganan di Korea pada 30 Oktober 2025 nanti akan menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi AS dan China, tetapi juga bagi seluruh industri teknologi global. Ini mengakhiri salah satu sengketa teknologi paling panas di abad ke-21.
Terlepas dari berbagai intrik politik, hasil akhir ini menunjukkan bahwa dialog konstruktif, bahkan dengan intervensi dari tokoh berpengaruh seperti Peran Donald Trump TikTok, dapat menghasilkan solusi yang melindungi kepentingan nasional tanpa sepenuhnya mematikan inovasi global.