Titik harga €1.300 ini terbukti menjadi rintangan yang sulit untuk dijual secara massal. Bagi sebagian besar konsumen di pasar global, termasuk Indonesia, angka tersebut sudah sangat mendekati atau bahkan melebihi batas psikologis untuk sebuah smartphone.
Baca Juga :
Kenaikan harga ini bukan hanya masalah Oppo. Seluruh industri flagship telah mengalami inflasi harga dalam beberapa tahun terakhir. Namun, bagi merek seperti Oppo yang masih berjuang untuk merebut pangsa pasar dari dominasi Samsung dan Apple di segmen premium global, harga tinggi ini bisa menjadi bumerang.
Kompetisi Sengit dan Perbedaan Harga
Pada level harga ini, Oppo Find X9 Pro harus bersaing langsung dengan perangkat yang sudah memiliki loyalitas merek yang kuat. Konsumen akan membandingkan fitur yang sama dengan iPhone Pro Max atau Samsung Galaxy S Ultra, yang mana kedua merek tersebut sudah memiliki ekosistem yang mapan dan reputasi resale value yang lebih baik.
Banyak komentar dari responden polling menunjukkan bahwa mereka mungkin lebih memilih untuk mengeluarkan uang sejumlah itu untuk merek yang dianggap lebih "aman" atau yang menawarkan jaminan pembaruan perangkat lunak (software update) yang lebih panjang.
Baca Juga :
Siapa yang Masih Mampu Membeli?
Secara umum, responden yang menyatakan tidak keberatan dengan Harga Oppo Find X9 Pro Mahal dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah para penggemar setia Oppo yang menghargai inovasi kamera dan pengisian daya super cepat yang ditawarkan merek ini.
Kelompok kedua, yang disebut sebagai "money is no object crowd" (mereka yang tidak masalah dengan uang), adalah pasar premium yang selalu mencari teknologi terbaru, terlepas dari label harganya. Mereka adalah pengguna yang tidak terikat oleh anggaran ketat dan melihat smartphone sebagai investasi teknologi pribadi.
Namun, survei jelas menunjukkan bahwa kelompok yang keberatan dengan harga jauh lebih besar daripada kelompok yang mampu dan mau membayar harga tersebut. Ini memberikan sinyal keras kepada Oppo mengenai strategi penetapan harga mereka di pasar-pasar utama.
Baca Juga :
Menanti Sang Ultra: Harapan Baru Bagi Penggemar Flagship Sejati
Menariknya, di tengah perdebatan sengit mengenai X9 Pro, muncul segmen lain dari pembaca yang menyatakan bahwa mereka tidak tertarik pada X9 maupun X9 Pro. Sebaliknya, mereka menunggu kedatangan Find X9 Ultra.
Varian "Ultra" ini, jika diluncurkan, diperkirakan akan membawa spesifikasi yang lebih ekstrem lagi, melampaui X9 Pro dalam hal kamera, layar, atau bahkan kecepatan pengisian daya. Ini adalah strategi yang sering digunakan oleh pabrikan Tiongkok untuk menarik perhatian pasar yang sangat premium.
Penantian untuk model Ultra menunjukkan bahwa ada pasar yang bersedia membayar lebih, asalkan produk tersebut benar-benar melampaui standar flagship saat ini.
Baca Juga :
Strategi Premium Oppo yang Penuh Tantangan
Keputusan Oppo untuk menaikkan harga seri Find X9 Pro mencerminkan ambisi mereka untuk diakui sebagai merek flagship global, setara dengan Apple dan Samsung. Namun, proses premiumisasi ini membutuhkan waktu dan pengorbanan.