Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
5 Fakta Terbaru Masalah Temu di Eropa: Raja Ecommerce China Diperiksa Jerman
Advertisement
Sponsor SLOT 16

5 Fakta Terbaru Masalah Temu di Eropa: Raja Ecommerce China Diperiksa Jerman

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 00:08 WIB
5 Fakta Terbaru Masalah Temu di Eropa: Raja Ecommerce China Diperiksa Jerman

5 Fakta Terbaru Masalah Temu di Eropa: Raja Ecommerce China Diperiksa Jerman

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Setelah diblokir di RI, Masalah Temu di Eropa kian panas. Raja Ecommerce China ini diselidiki Jerman terkait harga tak wajar. Simak 5 poin penting kasus ini!

Kabar kurang menyenangkan kembali datang dari Temu, raksasa e-commerce asal China. Setelah sempat menutup operasinya di Indonesia, perusahaan yang terkenal dengan harga super murah ini kini harus menghadapi tantangan serius di pasar benua biru.

Pihak berwenang Eropa, khususnya Jerman, sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait praktik bisnis Temu. Penyelidikan ini berfokus pada dua isu krusial: perlakuan terhadap para pedagang dan penetapan harga yang diduga tidak wajar.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Situasi ini menarik perhatian global, mengingat Temu telah menjadi fenomena besar yang berhasil menarik lebih dari 100 juta pengguna di pasar Eropa setiap bulannya. Lantas, mengapa Raja Ecommerce China ini terus menuai kontroversi?

Mengapa Raja Ecommerce China Ini Terus Dihadang?

Temu, yang merupakan bagian dari PDD Holdings—perusahaan induk yang sama dengan Pinduoduo—memasuki pasar global dengan strategi ‘harga yang tak terkalahkan’. Strategi ini membuatnya cepat populer, namun juga memicu kekhawatiran dari regulator dan kompetitor lokal.

Model bisnis Temu melibatkan pengiriman produk langsung dari pabrikan China ke konsumen di seluruh dunia. Walaupun efisien, model ini sering kali dipertanyakan mengenai dampaknya terhadap persaingan usaha yang adil.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Bagi regulator, fokus utama adalah memastikan bahwa strategi penetapan harga global tidak digunakan untuk menghancurkan pasar lokal. Jika praktik ini terbukti, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai praktik anti-persaingan.

Kilas Balik: Temu Sempat Gagal Total di Indonesia

Sebelum menghadapi tantangan hukum di Eropa, Temu telah lebih dulu memutuskan untuk mundur dari pasar Indonesia. Meskipun penetrasi pasar di Indonesia adalah target yang menggiurkan, Temu hanya bertahan sebentar.

Temu memulai operasinya di Indonesia pada akhir tahun 2023. Namun, pada Juli 2024, operasionalnya resmi dihentikan. Hal ini terjadi setelah perusahaan tersebut menerima tekanan besar dari berbagai pihak, termasuk asosiasi UMKM lokal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Alasan utamanya adalah kekhawatiran bahwa Temu, dengan model bisnisnya yang menjual langsung dari produsen ke konsumen, dapat mengancam keberlangsungan usaha mikro dan kecil (UMKM) di Indonesia. Tekanan ini menunjukkan sensitivitas pasar lokal terhadap invasi e-commerce global yang sangat agresif.

Panasnya Penyelidikan Kartel Jerman Terkait Masalah Temu di Eropa

Penyelidikan terbaru yang dilakukan oleh kantor kartel federal Jerman (Bundeskartellamt) menunjukkan betapa seriusnya pandangan Eropa terhadap operasional Temu. Presiden Bundeskartellamt, Andreas Mundt, menggarisbawahi pentingnya melindungi kondisi persaingan pasar.

Mundt menyatakan bahwa dengan basis pengguna lebih dari 100 juta di Eropa, Temu memiliki pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, semua dugaan mengenai praktik bisnis yang merugikan harus diselidiki tuntas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Penyelidikan ini bertujuan mencari bukti apakah Temu menggunakan posisi dominannya untuk mendikte pasar. Jika terbukti melanggar undang-undang persaingan, sanksi besar bisa menanti platform belanja digital tersebut.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved