Komunikasi rahasia ini memastikan bahwa meskipun produk tersebut terdeteksi sebagai pakaian dalam, pembeli yang berniat membeli rokok tetap tahu apa yang mereka cari.
Modus 3: Menggunakan Akun Anonim dan Sementara (Ghost Account)
Penjual seringkali membuat akun baru yang sifatnya sementara (ghost account). Ketika Modus Penjualan Rokok Ilegal mereka terdeteksi atau mendapatkan penindakan, akun tersebut langsung dihapus, dan mereka berpindah ke akun baru. Hal ini menyulitkan pelacakan berulang dan penangkapan pelaku utama.
Baca Juga :
Modus 4: Transaksi Rahasia di Luar Platform
Platform e-commerce hanya digunakan sebagai jembatan awal untuk menarik minat. Setelah pembeli tertarik, transaksi diselesaikan melalui jalur pribadi, seperti aplikasi pesan singkat (WhatsApp atau Telegram). Tujuannya adalah menghindari jejak digital dan komisi yang harus dibayarkan kepada platform.
Modus 5: Penjualan Grosir Tersembunyi
Beberapa penjual menawarkan rokok ilegal dalam jumlah besar (grosir), namun mereka menuliskannya sebagai "paket bundling" atau "paket hadiah." Ini ditujukan untuk distributor atau pengecer kecil yang ingin mendapatkan keuntungan dari harga rokok tanpa cukai yang jauh lebih murah.
Operasi Senyap Bea Cukai: Strategi Penindakan Rokok Ilegal E-commerce
Menghadapi kecanggihan para penjual ilegal, DJBC menggunakan metode yang serupa dengan mata-mata: mystery shopping. Petugas menyamar sebagai pembeli biasa, melakukan pembelian rokok ilegal yang disamarkan, dan setelah barang diterima, penindakan resmi dilakukan.
Baca Juga :
Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, di kutip dari keterangan resminya, menyatakan bahwa strategi ini sangat efektif untuk membongkar rantai pasok dan modus operandi yang kompleks.
Selama periode penindakan tersebut, DJBC berhasil melakukan empat kali penindakan langsung di lapangan, membuktikan bahwa rokok ilegal memang dikirimkan, meskipun barang yang dipesan di platform adalah celana dalam atau mouse gaming.
Konsekuensi Hukum dan Kerugian Negara
Penindakan Rokok Ilegal E-commerce bukan hanya masalah etika berjualan, tetapi juga merugikan negara secara finansial. Rokok ilegal adalah rokok yang dijual tanpa pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu, yang berarti penerimaan negara dari sektor cukai hilang.
Baca Juga :
Bea Cukai menegaskan bahwa penjualan rokok ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Ancaman hukum yang dihadapi para pelaku tidak main-main, meliputi hukuman penjara dan denda yang sangat besar.
Para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran cukai, sesuai dengan Pasal 54 atau 56 UU Cukai, dapat dikenakan pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun, serta denda minimal dua kali nilai cukai hingga sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Oleh karena itu, bagi masyarakat yang menemukan tawaran rokok dengan harga yang terlalu murah atau mencurigakan, penting untuk segera melaporkannya. Kehati-hatian adalah kunci utama untuk menghindari kerugian, baik bagi diri sendiri maupun negara.