Baik AS maupun China menyadari bahwa siapa pun yang mengontrol algoritma ini akan memiliki keunggulan tak tertandingi dalam memetakan perilaku konsumen dan membentuk opini publik global.
Sengketa ini menunjukkan betapa berharganya kepemilikan teknologi inti. Masa depan TikTok di AS, dan mungkin di seluruh dunia Barat, bergantung pada solusi kepemilikan yang mampu meredakan kekhawatiran keamanan nasional tanpa membunuh inovasi dan kekayaan intelektual yang telah diciptakan oleh ByteDance.
Proses negosiasi yang melibatkan Oracle dan investor AS lainnya menegaskan bahwa harga dari Algoritma Rahasia TikTok ini adalah stabilitas pasar global dan supremasi teknologi di abad ke-21.